Peusangan – Masjid Besar Peusangan, yang berdiri megah di jalur lintas Banda Aceh–Medan, Kabupaten Bireuen, memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial hingga bertransformasi menjadi proyek pembangunan monumental saat ini.
Sejarah Panjang Awal Masjid
Cikal bakal masjid ini dimulai pada rentang tahun 1925 hingga 1934 dengan konstruksi awal yang terbuat dari kayu berukuran 22 \times 24 meter. Bangunan ini kemudian menjalani renovasi besar pertamanya pada tahun 1971 dan selesai pada 1979, secara resmi dinamakan Masjid Jamik Peusangan. Pada era tersebut, masjid ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Aceh setelah Masjid Raya Baiturrahman.
Transformasi Menjadi Masjid Besar (2017–Saat Ini)
Memasuki abad ke-21, kebutuhan jemaah yang semakin meningkat mendorong rencana renovasi total yang masif.
Proyek renovasi total dimulai dengan peletakan batu pertama pada 7 Agustus 2017, mengubah nama masjid menjadi Masjid Besar Peusangan. Proyek ini bertujuan mengganti struktur lama yang tak lagi memadai dengan bangunan modern berlantai dua yang dirancang menampung hingga 4.550 jemaah. Arsitekturnya memadukan unsur modern dengan sentuhan khas yang disebut-sebut terinspirasi dari Maroko.
Progres Pembangunan Terbaru
Hingga saat ini (Oktober 2025), proyek dengan taksiran anggaran puluhan miliar Rupiah ini terus berjalan. Tahap krusial yang sudah dilewati termasuk pemasangan kubah utama pada awal tahun 2023. Fokus pembangunan terkini adalah penyelesaian dua menara setinggi 62 meter, yang per awal tahun 2025 dilaporkan telah mencapai sekitar 80% penyelesaian.
Secara umum, kemajuan fisik Masjid Besar Peusangan saat ini telah mencapai sekitar 40%. Pembangunan skala besar ini masih membutuhkan dukungan dan donasi untuk menuntaskan seluruh desain yang direncanakan.
Penulis : Murizal Hr
Sunber : Dirangkum dari beberapa sumber informasi publik