English
The mating season has arrived, to produce eggs, female insects need to be approached by the males.
Bahasa
Musim kawin telah tiba, untuk menghasilkan telur, serangga-serangga betina perlu didekati oleh para pejantan.
Several types of insects such as butterflies or moths mate by turning their backs to each other, males and females link their tails to each other and there is copulation.
Beberapa jenis serangga seperti kupu-kupu atau ngengat melakukan perkawinan dengan cara saling membelakangi, pejantan dan betina saling menautkan ekornya satu sama lain dan terjadilah kopulasi.
Likewise with the spurs-legged Moths, the male will come to the female to be invited to mate. They will do this anywhere they perch, usually on grass or slightly low-growing weeds. Mating takes place relatively quickly.
Begitu pula dengan ngengat berkaki taji, yang jantan akan mendatangi yang betina untuk diajak kawin. Mereka akan melakukannya di mana saja mereka hinggap, biasanya di rumput-rumputan atau gulma yang tumbuh agak rendah. Perkawinan berlangsung dalam waktu yang relatif cepat.
Eretmocera impactella, commonly known as the spurs-legged Moth, is a moth in the genus Eretmocera belonging to the v Scythrididae. This species is commonly found in Indonesia, Thailand, India, Sri Lanka, Pakistan, Taiwan, Oman, dan United Arab Emirates.
Eretmocera impactella, umumnya dikenal sebagai ngengat berkaki taji, adalah ngengat dalam genus Eretmocera milik keluarga Scythrididae. Spesies ini umumnya ditemukan di Indonesia, Thailand, India, Sri Lanka, Pakistan, Taiwan, Oman, dan Uni Emirat Arab.
| Camera | Xiaomi Poco X3 NFC |
|---|---|
| Lens | Lensbong Macro 20mm |
| Category | Animal Photography |
| Processed | Adobe Lightroom |
| Location | Lhokseumawe, Aceh, Indonesia |
| - | - |