Dulu waktu saya masih sering main di rental PlayStation, salah satu game yang paling membekas di hati adalah God of War. Meskipun game ini sebenarnya rilis di PlayStation 2, banyak orang zaman dulu (termasuk saya) sering menyebutnya sebagai game PS1, karena memang di era itulah rental dan konsol sedang ramai-ramainya. Dan jujur, game ini adalah salah satu petualangan paling seru yang pernah saya tamatkan.
Di dalam game ini, kita memainkan Kratos, seorang prajurit Sparta yang punya dendam mendalam kepada Ares, sang Dewa Perang. Dari awal saja, atmosfer gamenya sudah terasa berbeda—gelap, penuh tragedi, dan sangat brutal. Bagi saya yang dulu masih bocah, rasanya seperti masuk ke dunia mitologi Yunani yang hidup.
Yang paling bikin berkesan tentu saja adalah pertarungan melawan boss. Misalnya, di awal kita sudah langsung dikagetkan dengan pertempuran melawan Hydra, monster laut berkepala banyak. Cara mengalahkannya pun bukan sekadar memukul, tapi juga butuh strategi, timing, dan eksekusi gerakan finishing yang keren. Rasanya puas banget saat berhasil menusuk kepala Hydra di tiang kapal, itu momen yang bikin saya ketagihan main sampai habis.
Semakin jauh masuk ke cerita, kita bertemu berbagai makhluk mitologi lain seperti Minotaur, Medusa, hingga Cyclops. Semua lawan punya gaya bertarung unik yang membuat permainan tidak pernah membosankan. Dan tentu saja, klimaks terbesar adalah saat melawan Ares, boss terakhir yang menjadi tujuan balas dendam Kratos. Pertarungan itu penuh adrenalin—campuran antara aksi, quick time event, dan cutscene epik yang membuat saya benar-benar merasa seperti bagian dari legenda.
Yang membuat game ini enak banget untuk dimainkan bukan hanya pertarungan brutalnya, tapi juga puzzle dan eksplorasi di dalam kuil-kuil serta dunia mitologi Yunani. Ada momen ketika kita harus memecahkan teka-teki untuk membuka jalan, menggeser patung, atau menggunakan kekuatan sihir untuk melanjutkan perjalanan. Semua itu bikin otak ikut dipaksa berpikir, jadi tidak hanya adu otot.
Bagi saya, God of War adalah salah satu game action-adventure terbaik yang pernah ada. Sensasi tamatkan gamenya, dari melawan Hydra sampai mengalahkan Ares, benar-benar jadi kenangan yang tidak akan saya lupakan. Bahkan sampai sekarang, setiap kali mendengar nama Kratos, yang saya ingat adalah sosok petarung tangguh yang saya mainkan dulu sampai tamat di rental.
English Version
Back in the old days when I used to spend hours in PlayStation rentals, one game left a huge mark on my gaming memory—God of War. Even though the game was originally released on PlayStation 2 in 2005, many people back then (including myself) often called it a “PS1 game,” because that was the era when rentals and consoles were booming. And honestly, this was one of the most unforgettable adventures I ever completed from start to finish.
In the game, we play as Kratos, a Spartan warrior fueled by vengeance against Ares, the God of War. Right from the beginning, the atmosphere feels different—dark, tragic, and brutal. For me, as a kid experiencing it for the first time, it was like stepping directly into a living Greek mythology.
The most memorable moments were definitely the boss battles. For example, early in the game we face the massive Hydra, a sea monster with multiple heads. Defeating it wasn’t just about button-mashing—it required timing, strategy, and epic finishing moves. I still remember the satisfaction of slamming Hydra’s head onto the ship’s mast—it was pure adrenaline that kept me hooked until the very end.
As the story progressed, Kratos faced all sorts of mythological creatures like Minotaurs, Medusas, and Cyclopes. Each enemy had a unique fighting style, keeping the gameplay fresh and challenging. Of course, the ultimate climax was the showdown against Ares, the final boss and the very reason for Kratos’s vengeance. That fight was a mix of intense combat, quick-time events, and cinematic cutscenes that made me feel like I was part of an epic legend.
What made the game so enjoyable wasn’t just the brutal combat, but also the puzzles and exploration scattered throughout temples and mythical locations. Sometimes you had to solve riddles, move statues, or use magical powers to progress. It was a perfect balance between action and brainwork, keeping the experience exciting from start to finish.
For me, God of War is one of the greatest action-adventure games ever made. The feeling of finishing it—starting from battling the Hydra all the way to defeating Ares—is something I will never forget. Even today, whenever I hear the name Kratos, I instantly remember the fierce warrior I once guided to victory back in the rental days.
THANKS FOR READING, HOPE YOU ENJOY IT
@IBAYEK
REGARD BY UBAY