I have eaten a lot of sour life salt about soul mate. My failure misinterpreted the Greek proverb, "Only donkeys fall into the same hole."
My experience of choosing a life partner has been quite systematic, structured, and massive. I have had discussions with the Datok and the king of Brunei Darussalam whose hobby is to study the character of life companions in terms of the shape of their feet.
After I meditated, it turns out that Allah's command in the Qur'an Al-Ahzab verse 59; women should extend her veil all over their bodies, not merely about covering their genitals, but more than that, to cover up their weaknesses.
The secret will be revealed in terms of the shape of his legs. So that we easily know from character to "taste". This goes halfway between natural science and social science; especially biology and psychology.
First, the shape of the pigeon legs will feel "horn" and the character is good at keeping the feelings of her husband later and during the marriage while maintaining that there is no offense that causes a broken relationship of husband and wife.
The words that came out of her mouth were arranged in polite and gentle language heard in her husband's ears. It was there that the husband felt, "Still men are because of women," but the husband must also strive to fulfill clothing, food, and shelter so that the term "Permanent women for food" also applies.
It is not only the praiseworthiness of the "dove's feet" that it is certain that he is an angel sent down to the world described; the color of her yellow skin reflects and produces a violet light in the western horizon in the afternoon and the rainbow is the sheen of colorful angel shawls.
Second, a person with a "roak" foot model feels like "bamboo" whose character never thinks of issuing words without considering his husband's feelings. People "foot roak" trying with his words to always hurt her husband.
Third, people in the form of "duck feet" taste like "pumpkin fruit" and are indeed loyal, but all their work must be praised, otherwise, they will sulk. This "duck leg" has a high suspicion or suudzon which is often sulking.
I share this knowledge "in-law". That is the importance of keeping the secret of the "anatomy of his body" so that women wrap themselves well by holding out their headscarves.
Mendale, Aceh Sumatra, Indonesia
BAHASA INDONESIA
BIDADARI TERAKHIR
Saya telah banyak makan asam garam kehidupan soal jodoh. Kegagalan saya, salah mengartikan pepatah Yunani, “Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama.”
Pengalaman saya tentang memilih pasangan hidup sudah tergolong sistematis, terstruktur dan masif. Saya pernah berdiskusi dengan para datok dan raja Brunei Darussalam yang hobby mengkaji soal karakter pendamping hidup dari sisi bentuk kakinya.
Setelah saya renungkan, ternyata perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59; hendaknya para wanita mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, bukan semata-mata tentang menutup aurat, tetapi lebih dari itu, untuk menutupi sisi kelemahannya.
Rahasianya akan terungkap dari segi bentuk kakinya. Sehingga kita dengan mudah tahu dari karakter sampai kepada “rasanya”. Ini masuk pertengahan antara ilmu alam dan ilmu sosial; khususnya ilmu biologi dan ilmu psikologi.
Pertama, bentuk kaki merpati akan berasa “tanduk” dan karakternya pandai menjaga perasaan suaminya kelak dan selama berumah tangga tetap menjaga agar tidak ada ketersinggungan yang menyebabkan retaknya hubungan suami istri.
Tutur kata yang keluar dari mulutnya tertata dengan bahasa yang santun dan lembut terdengar di telinga suaminya. Di sanalah sang suami merasakan, “Tetapnya lelaki karena perempuan,” tetapi suami juga harus berusaha keras untuk terpenuhi sandang, pangan dan papan agar juga berlaku istilah “Tetapnya perempuan karena makanan.”
Tidak hanya sifat terpuji yang terhimpun pada dirinya “kaki merpati” sudah dipastikan dialah bidadari yang diturunkan ke dunia yang digambarkan; warna kulitnya yang kuning langsat itulah memantulkan dan menghasilkan cahaya berwarna lembayung di ufuk barat pada sore hari dan pelangi adalah kilau selendang bidadari yang warna warni.
Kedua, orang dengan model kaki “burung roak” rasanya seperti “bambu” yang karakternya tidak pernah berfikir mengeluarkan kata-kata dengan tidak mempertimbangkan perasaan suaminya. Orang “kaki roak” berusaha dengan ucapannya agar selalu menyakiti hati suaminya.
Ketiga, orang dengan bentuk “kaki bebek” berasa seperti “buah labu” dan sifatnya memang setia, tetapi semua pekerjaannya harus dipuji, kalau tidak mereka akan merajuk. “Si kaki bebek” ini rasa curiganya atau suudzonnya tinggi dan sering merajuk.
Saya berbagi ilmu pengetahuan ini “dalam hukum”. Begitulah pentingnya menjaga rahasia “anatomi tubuhnya” agar para wanita membungkus dirinya baik-baik dengan mengulurkan jilbabnya.
Mendale, Aceh Sumatra, Indonesia