Sejak dari dahulu sampai sekarang, manusia tetap saja terjangkit penyakit prasangka.
ilustration
From the past to the present,human are still infected with the disease of prejudice.
Setiap langkah yang diayunkan selalu saja terhadang oleh prasangka. Prasangka selalu saja datang seketika menghampiri setiap langkah, yang tadinya dijalani dengan penuh keyakinan.
Every step we take is subject to prejudice. Prejudice always comes immediatelly upon every step that was previously taken with full confidence.
Setiap prilaku kita, tidak luput dari pengaruh prasangka, ketakutan dan was-was. Terkadang kita mencintai sesuatu, tetapi tetap saja prasangka menyusutkan semangat untuk menggapai orang atau sesuatu yang kita cintai.
Sometimes we love something,but still prejudice discoursges us from reaching for the person or something we love.
Seringkali kita melangkah untuk berbuat sesuatu, tetapi seketika itu juga bermunculan rasa tidak menentu, tidak lain hal itu disebabkan oleh prasangka yang muncul. Rasa seperti itu yang menghalangi kita dengan kehendak dan kemauan kita.
We often step in to do something, but immediatelly a sence of uncertainty aries, more other than that it is due to the prejudice that aries. Feelling is what keeps us from our will and wills.
Terkadang kita menginginkan sesuatu, namun dalam sekejap tiba-tiba kita mundur. Rasa senang bisa berubah menjadi benci dalam sekejap. Keinginan berubah menjadi sikap nenyerah karena pengaruh prasangka yang melanda.
Sometimes we want ,but in a moment we suddenly retreat. Pleasure can turn into hate in an instant. Desire turns into an attitude of surender under the influence of prejudice.
Inilah rasa yang paling banyak mewarnai dan mempengaruhi hidup kita, mulai dari keputusan, kesenangan, obsesi dan sebagainya. Itulah penyakit yang sebenarnya ketika rasa takut telah lama bersarang dalam jiwa kita.
This is the taste that most colors and affects our lives, from decisions ,pleasures, obsesions and so on. It is true disease when fear has long lodget in our souls.
Setiap kali kita berusaha mengatasi rasa tersebut seringkali kita merasakan kelemahan untuk berbuat. Semua kemampuan yang kita miliki tetap tidak memiliki nilai.
Every time we try to overcome this feeling we often feel tired to do. Are the abities we have are still of no value.
Kalau saja kita terserang sedikit sakit di bagian perut, mungkin hanya dengan sedikit tengkurap akan bisa teratasi. Namun sulit untuk berbuat jika prasangka telah merasuki alam pikiran.
If only wehad a little attack in the stomach, maybe just a little prone would be . But it is difficult for to act when prejudice has penetrated the mind.Thank you.