
SETIAP akhir pekan, khususnya pada Sabtu malam, anak-anak selalu memberi permintaan yang sama. Keluar dan menikmati makan malam di luar.
Ajakan makan malam ini berlanjut dengan ngopi atau ngeteh. Namun di kota saya, sangat sulit menemukan tempat kongkow yang ramah bagi anak, khususnya tempat yang bebas asap rokok.

Mereka sangat terganggu dengan bau asap dari tembakau atau cengkeh itu. Kadang ketika sudah menetukan tempat karena merasa aman dari asap rokok, hitungan menit ke depan, ancaman kembali datang.
Pengunjung yang baru datang tidak peduli pada anak-anak. Mereka kompak membakar rokok dan mengembuskan asap sesuka hati.

Kepedulian pada sesama memang sulit ditemukan saat kita berada di tempat-tempat umum seperti ini.