"Hai kamu, dua lelaki dan satu wanita yang telah tumbuh besar bersama diriku."
"Hai kamu, dua lelaki dan satu wanita yang telah memberikan senyuman disetiap hari-hariku."
"Hai kamu, dua lelaki dan satu wanita yang telah memberi warna dalam hidupku."
"Hai kamu, dua lelaki dan satu wanita yang mau mengerti diambang batas pengertian anak- anak lain seumuranmu."
Terimakasih
Apa kabar malaikat kecilku yang dulu menangis tersedu jika keinginanmu tak terwujudkan. Kini bersama beranjaknya masa yang telah kalian lalui, lelah dan segala gundah gulana yang dulu kurasakan beranjak memudar bersama iringan waktu.
Kesedihan kalian tak pernah teruraikan dengan kata. Namun berjalannya waktu semakin terlihat betapa banyak yang tak tersampaikan. Kalian mau mengalah demi seseorang yang semakin beranjak semakin menua ini. Kalian mau mengerti bersama seorang yang sering melupakan janji. Kalian mau menuntut akan apa yang kalian inginkan selama bersama seorang yang selalu kalian sayangi ini.
Bahagia kalian begitu sederhana, tak ingin berpisah walau hanya sesaat. Tak ingin tergantikan, walau itu diantara kalian bertiga sendiri. Bahagia kalian tak pernah membuatku kecewa, karena itu begitu mudah kukabulkan. Begitu sederhananya karena pengertian dan kasih sayang kalian untuk kata kebahagiaan.
Sedih dan bahagia kalian selalu sama untukku merasakan perih tidak dapat memberikan yang terbaik untuk kalian. Hanya berusaha dan mencoba walau entah kapan akan terlaksana. Jikalau tidak semoga kehidupan kalian akan mengenang betapa banyak pengalaman yang kalian jalani bersamaku menjadi pedoman dalam hidup kalian sendiri nanti. Malu ku tertutupi dengan keberadaan kalian selalu yang setia menemani. Maaf bukan sekedar maafku untuk tidak dapat memberikan yang terbaik, namun maaf dengan jutaan maaf jika aku pernah menyakiti hati kalian yang masih terus menyanyangiku hingga sampai saat ini.
Ketegaranku tumbuh dengan keberadaan kalian yang selalu memberikan support dengan cara berbeda yang tidak pernah terbayangkan oleh orang lain yang tidakmengenal kalian.
Dalam ruang dan waktu yang telah kita lalui hingga sampai saat ini, syukurku menemanimu doaku atas kehadiran kalian disisiku setiap waktu. Kata Ayah begitu bermakna terdengar ditelingaku ketika kalian memanggilku. Celoteh sepanjang waktu yang tak henti memberikan kicauan nada berirama bagai lantunan berisikan tanya, bimbang, riang, tawa yang kadang terabaikan olehku.
Ya, tulisan ini tentang kalian bertiga untuk dunia tahu dalam salah satu belahan dunia ini ada tiga anak yang begitu sangat mencintai dan begitu sangat menghargai aku. Menyentuh atau terlapau mendamatisir aku tidak perduli, karena yang terpenting untukku hanya ingin menuangkan perasaan bahagiaku bersama dan memiliki diri kalian selama ini.
Jika kalian dewasa kelak, menjadi dewasalah layaknya orang dewasa sebenarnya. Jika kalian telah menikah, selalu ciptakanlah bahagia dalam rumah tanggamu seperti masa kita yang pernah kita lalui. Jika kalian berpisah kelak jangan lupa akan kebersamaan yang telah kalian lalui. Jika kalian menua ingatlah kenangan indah bersamaku dahulu. Dan jika aku telah tiada, ceritakanlah segala masa yang kita lalui tanpa harus memilah mana yang terbaik untuk pantas diceritakan.
-===-
Resource: https://read.cash/@Alther/hey-you-62926173