Banyak hal didunia ini yag sebenarnya terjadi namun jelas telah dibalikan akan segala fakta kebenaran yang terjadi. Bila dihitung akan jumlahnya sangatlah banyak dan sangat bisa dikatakan telah melanggar segala ketentuan yang berlandasankan atas Asas Perikemanusiaan yang beradab serta telah memporak porandakan Hak dan Asasi Manusia.
Ini tidak terjadi pada batasan pada satu macam saja, namun berbagai macam struktural bentuk ragam yang ada. Dari segi ekonomi, agama, politik, budaya, dan juga hal lainnya yang sebenarnya bersinggungan dengan sistem kehidupan manusia didunia saat ini.
Media sebagai dasar landasan penyampai berita menjadi salah satu senjata yang paling mutahir sebagai salah satu bentuk membentuk imej atas kebohongan menjadi kebenaran dan kebenaran dijadikan kesalahan.
Siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang memulai? Siapa yang mengajarkan landasan ini? Siapa yang masih melakukan hal semacam ini? Tidak ada yang bisa menjawab akan satu masalah ini, repleksinya hanya kembali kepada diri setiap mahluk untuk mau menyadari mana yang baik dan benar mana yang sebenarnya harus disampaikan. Menyadari, bukan untuk mencari apalafi menyalahkan satu individu yang harus bertanggungjawab. Karena menyalahkan itu lebih mudah dibanding membenarkan akan suatu pokok masalah yang diputar balikan keberadaan faktanya.
Tidak menyukai bukan harus menjelekan apa yang tidak kita sukai. Tidak sepaham bukan harus menyudutkan yang berbeda faham. Tidak mengetahui bukan berarti kebodohan untuk mengatakan tidak mengerti. Semua seharusnya berlandaskan ilmu, keimanan, kesabaran, kemanusiaan, dan juga kesadaran.
Keserakahan, ketakutan, dan kekuasaan. Ingin menjadi kaya dengan segala cara, ingin merasa aman dan nyaman dengan menghalalkan segala cara, dan ingin berkuasa agar bisa sekehendak hatinya. Namun apakah benar jika semua telah tercapai akan mendapakan segala sesuatu yang dikehendakinya? Apakah akan benar-benar terhindar dari masalah? Apakah benar akan dipuja? Apakah benar akan ditakuti? Apakah benar akan terlindungi? Apakah benar akan bahagia? Apakah benar akan abadi? Yang dipijak tetaplah tanah yang sama dengan yang lain yang sebenarnya menjadi bahan dasar dirinya diciptakan. Yang dimakan sebenarnya sama akan menjadi kotoran yang terbuang. Yang dimiliki juga sama tidak akan pernah bisa dibawa mati.
Menjelekkan satu atau yang lainnya, apakah akan memberikan kejelasan kepada setiaporang bahwa dirinya menjadi yang paling baik? Menghalau atau melarang sesuatu yang benar, apakah akan bisa mengintimidasi dan terlaksana bahwa itu tidak akan dilakukan? Mengambil sikap tidak perduli, apakah benar akan tidak merasakan suatu saat nanti? Pertanyaan yang timbul pada akhirnya dari berbagai jutaan pertanyaan yang hadir, apakah salah untuk menjadi manusia yang beradab?
-===-
Resource : https://read.cash/@Alther/contrast-of-facts-e6e817c0