Kenyataan yang terjadi pada dunia nyata atau dikenal dengan kata realita.
Selama ini sebelum masa kejatuhan ekonomi yang terjadi mungkin kondisi
keberadaan didunia lebih banyak menjalani masa-masa penuhnya buaian akan
dunia maya. Dimana ditambah dengan kondisi kemajuan akan segala kemudahan
yang dihadirkan dalam dunia maya semakin berkembang dan begitu maju. Banyak
hal baru yang tercipta menawarkan hal yang begitu mempesona. Sehingga
membuat sesaat terlupa akan kondisi dunia nyata sebenarnya.
Masa resesi memang sepertinya tidak dapat dihindari untuk beberapa saat ini
dan mungkin akan masih berjalan dalam perjuangan untuk bisa keluar dari
masa ini. Dengan kejadian ini seperti memberikan sebuah kesadaran baru akan
kehidupan didunia nyata. Dimana dengan kondisi yang seperti ini manusia
dibuat untuk tidak bersantai ria seperti masa-masa sebelum terjadinya masa
resesi.
Gelombang pemberhentikan kontrak kerja, akibat bangkrutnya suatu perusahaan
sampai kelangkaan bahan pangan yang membuat kenaikan harga adalah salah
satu akibat yang tercipta dari kondisi resesi ekonomi yang terjadi. Pada
akhirnya manusia dibangunkan akan kenyataan akan masalah tidak ada yang
abadi dan jangan terlalu terlelap dalam mimpi.
Keadaan seperti ini seperti sebuah pesan akan ajakan pada kembalinya
kesadaran manusia untuk sadar dalam dunia yang nyata. Yang biasa mudah
mencari nafkah kini lebih sulit untuk mencari nafkah. Yang biasa besar
pendapatannya kini lebih kecil yang didapatnya. Menyadarkan akan arti
syukur dan mau berusaha secara haliki bukan sekedar memgejar mimpi.
Bayangkan saja yang berusaha aaja terkena imbasnya bagaimana mereka yang
hanya bisa bermimpi.
Dunia diingatkan akan kalimat kembali pada realita. Jangan terlalu terlelap
dengan segala keberhasilan dan juga kemajuan yang ada. Karena kodrat dasar
tidak akan berubah dan tidak dapat dirubah sekuat apapun jika itu sudah
menjadi kehendak Sang Kuasa. Sadarilah aoapa kita, dimana kita, dan untuk
apa kita ada.