Berpikir sebelum bertindak atau mengambil keputusan adalah salah satu hal yang sangat baik dalam mengambil setiap ingin melakukan sesuatu. Karena pada dasarnya dengan berpikir terlebih dahulu biasanya akan memberikan suatu solusi yang lebih baik dari pada bertindak secara spontan atau gegabah. Namun seperti yang kita ketahui jika itu bersifat berlebihan tentunya juga akan sangat buruk akibatnya.
Ya, walaupun pada sesuautu hal yang baik jika disematkan perkataan akan kata berlebihan tentunya akan berakibat sesuatu yang tidak baik juga. Begitu juga dengan berpikir, jika kita berpikir terlalu berlebihan tentunya akan ada akibat buruk dari pemikiran yang berlebihan tersebut. Diantara hal yang timbul dari berpikir terlalu berlebih adalah seperti menjadi paranoid, menjadi diri yang tertutup, depresi, perasaan was-was, tidak berani mengambilkeputusan, serta sulit menerima pendapat orang lain.
Memang sangat berbahaya pada akhirnya akan keberadaan berpikir berlebihan, karena pada proses menjalani hidup menjadi sedikit terhambat dan tidak bisa mengambil keputusan yang tepat, cepat dan apa adanya.
Dalam proses menjalani keputusan tidak selamanya kita berjalanan berdasarkan tindakan yang membutuhkan waktu lama, terkadang sewaktu-waktu butuh juga suatu hal yang cepat atau instan apalagi bicara mengambil keputusan disaat waktu genting atau terjepit. Jika tidak terbiasa yang ada hanya akan ada kata menyerah, depresi atau menimbulkan masalah baru bukan penyelesaian masalah.
Kondisi seperti ini biasanya terjadi kepada anak-anak jaman sekarang, yang dimana masa dijaman ini mereka terbiasa dengan keadaan pendukung bukan biasa karena suatu kreativitas. Tidakmenyalahkan jaman, namun pola instan yang dijalani terlalumemberikan pelatihan diri kebiasaan yang tidak memberikan pemikiran dapat berkembang dengan baik.
BIcara masalah studi, tentunya sudah banyak tesis dan test yang diambil. Generasi yang dikatakan generasi maju, namun pada intinya lebih banyak tidak mengetahui apa-apa tentang masalah kehidupan. Peran orangtua, guru, dan lingkungan juga sangat berpengaruh akan keberadaan yang membuat kondisi seperti ini semakin merebak. Bukan pada jaman dulu tidak ada permasalahan akan sesuatu yang dikatakan over thinking tersebut, namun hanya bila dipersentasikan tidak sebanyak pada jaman ini.
Akibat buruk dari membiarkan atau tidak melatih kondisi berpikir cepat adalah begitu banyaknya kasus putus asa hingga memakan korban nyawa seperti masalah kasus bunuh diri. Tidak kuatnya kepribadiaan pada diri menghasilkan kondisi tidak dapat berpikir secara matang mana hal utama dan mana hal yang sebenarnya tidak pantas dipikirkan. Banyak masalah yang hadir hanya dikarenakan masalah kecil atau sepele, padahal hidup bukan sekedar pandangan, keberhasilan atau kemegahan belaka.
Semoga saja ini dapat berangsur-angsur terkikis dengan kehadiran kewaspadaan orangtua dalam mendidik, keberadaan lingkungan yang tidakmengintimidasi, dan kenyataan akan mengerti bahwa semua manusia pada umumnya sama ingin saling dihargai. Yang tua menghargai yang muda, yang muda menghormati yang tua. Karena hidup tetap akan selalu butuh kata saling membutuhkan.