Laksana sang penggali kubur mereka hanya mempersiapkan tempat dan menggali tempat untuk peristirahatan setiap orang.
Seorang penggali kubur, masih menjadi pekerjaan mulia diantara pekerjaan kotor didunia lainnya. Menjadi sebuah pekerjaan penuh arti untuk setiap insan yang disiapkan tempat peristirahatan terakhir mereka. Jika tidak mereka siapa lagi yang akan mau mengerjakan pekerjaan ini, apakah mungkin menggali kuburan untuk kita sendiri sebelum mati?
Photo by Claus Jensen on Unsplash
Terdengar menyeramkan memang pekerjaan yang mereka lakukan, terdengar sedikit terasingkan mungkin pekerjaan mereka. Namun setidak itu lebih mulia dari pada pelaku kejahatan dunia yang ada saat ini. Koruptor dari golongan politikus, ekonom, dan lain sebagainya hanya mampu menciptakan beragam kematian dan mengatakan siapkanlah lubang kematian kalian karena itu yang kami lakukan untuk anda.
Hari ini gencatan senjata, sedikit memberikan nafas kehidupan untuk setiap manusia yang ada dizona perang sesungguhnya saat ini. Tanpa terkecuali, para pengungsi, rakyat sipil, maupun prajuit dari kedua belah pihak. Dan memberikan sedikit nafas kelegaan untuk kalangan dunia khususnya dalam perekonomian dunia, sedikit memberikan grafik positif terhadap beragam hal yang terkena imbas akan masalah perang. Untuk yang berpikir juga memberikan makna waktu untuk berpikir dengan tenang sejenak tentang imbas yang akan terjadi kedepannya akibat perang saat ini.
Mendung belum berarti hujan, gencatan senjata bukan berarti akhir sebuah perang namun tentunya harapan semua orang pastinya adalah semoga ini sebuah bisa menjadi sebuah akhir. Keserakahan, dan ketakutan adalah pangkal utama dari kehadiran sebuah perang.
Sang penggali kubur akan bekerja setiap ada yang meminta mereka untuk menggali sebuah kuburan, sedangkan para elit bekerja tak ubahnya Sang penggali kubur menciptakan galian disetiap sisi dunia untuk memenuhi hasrat dan gemerlapnya kehidupan mereka. Berbeda tujuan dan arti akan kebenaran sesungguhnya.
Cangkul, peluh, tidak mengenal waktu dan tanah merupakan hal biasa bagi para penggali kubur. Namun bebeda dengan para penggali kubur yang duduk manis dengan bekerja tanpa peluh, waktu yang mereka inginkan, rapih dan hanya dengan sebuah pena dapat tercipta ribuan bahkan hingga jutaan galian kubur dalam seketika.
Tanpa sadar para pelaku yang melakukan pekerjaan seperti para penggali kubur mereka juga akan menuju kemana langkah mereka nantinya. Satu hal pasti mungkin mereka merasa hanya mereka yang pantas merasakan apa artinya kehidupan,melupakan bahwa hidup adalah hak bagi setiap mahluk hidup yang diciptakan, tanpa terkecuali. Apalagi jika hanya membandingkan masalah ras, warna kulit, agama ataupun lainnya. Sangat menjijikan jika memikirkan akan keberadaan manusia yang masih berpikir seperti ini. Padahal setiap mahluk hidup yang ada sama saja kebutuhannya, makan, minum,dan pada akhirnya buang hajat atau kotoran. Apakah ada kotoran yang dihasilkan oleh manusia tidak berbau dan menjijikan. Sama jika tidak percaya tengok saja kotoran kita sendiri.
-==-