Akal merupakan salah satu kelebihan manusia yang diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya. Pikiran manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Pikiran manusia dapat mengolah pola hidup yang tidak berdasarkan naluri dan keadaan. Berpikirlah sebelum Anda bertindak, dan bertindaklah setelah Anda berpikir.
Dalam proses kehidupan, ada proses pembelajaran untuk menambah pengetahuan dari setiap perjalanan hidup. Dengan belajar, manusia dapat menambah ilmunya berdasarkan pemikiran-pemikiran akal yang telah diberikan oleh Tuhan. Sangat berbeda dengan pola kehidupan hewan sebagai makhluk hidup yang diciptakan tanpa alasan.
Namun, terkadang terlihat bahwa manusia menjalani proses kehidupan layaknya binatang. Baik masyarakat modern maupun primitif atau tertinggal. Pemetaan diciptakan oleh manusia itu sendiri, dan pikiran serta penilaian juga hadir oleh arketipe yang telah diciptakan manusia.
Di atas segalanya, oleh kasih karunia, ada aturan dan tanda. Rambu dibuat untuk membatasi segala sesuatu yang dapat dikatakan tidak konsisten dan merugikan manusia itu sendiri. Sayangnya, semua ini sering dilanggar hanya karena keberadaan manusia yang tidak peduli dengan keberadaan akal sebenarnya diciptakan. Melawan arus dan memberontak menurut pikiran sendiri melupakan alasan awal dari mana alasan diciptakan.
Terlepas dari kata nafsu dan perasaan. Rasa terkadang hanya menjadi pembenaran untuk kata pikiran. Logika dipaksa untuk menerima keberadaan pikiran. Padahal jelas ada batas dimana pikiran bisa mencerna dan tidak bisa mencerna. Keterbatasan pemikiran global dan harus diakui bahwa batas dari semua pemikiran ada batasnya. Kekuasaan dan kekuatan serta segala sesuatu yang berada di luar akal sehat tentu tidak dapat diselesaikan dengan akal kecuali dengan izin Penciptanya.
Alasan substansial harus menempatkan kata-kata logika dan non-logika di tempatnya. Menempatkan pemikiran pada pengetahuan, menempatkan dasar pemahaman pada kondisinya, menempatkan ruang pada tata letaknya. Kebenaran akan selalu benar, dan yang salah tidak bisa dibenarkan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan sesuatu yang kurang juga tidak baik. Dengan adanya dunia yang telah ditempatkan pada lawan kata yang substansial. Ada yang baik dan buruk, ada laki-laki dan perempuan, dan seterusnya. Sehingga alasan yang substansial juga harus ditempatkan pada pemikiran yang sama. Ada penjelasan dan ada yang tidak bisa dijelaskan, ada undang-undang yang artinya ada kerugian yang ditimbulkannya, ada yang dirahasiakan artinya ada arti kenapa dirahasiakan, ada penerimaan yang artinya ada. adalah penolakan mengapa hal itu tidak dapat diterima.
Akal yang substansial memberikan ruang bagi manusia untuk mempelajari segala sesuatu berdasarkan pemikiran yang pada akhirnya dapat memberikan hasil yang baik. Bukan hasil yang buruk. Kata terakhir masalah penyesalan adalah akibat dari kesalahan karena berpikir dan bertindak. Jika tidak, maka tidak akan ada penyesalan, yang ada hanya kehampaan akibat hidup yang berjalan di atas hasil yang monoton dan tidak memiliki dua makna sebagai bahan pengalaman dalam proses perjalanan hidup manusia.
Sejauh mana ia menempatkan keberadaan akal dan pikiran. Hal ini tergantung pada setiap manusia yang menjalani proses perjalanan hidupnya. Jajaran manusia hidup berdasarkan jenis kelamin, watak, tingkatan, hingga faktor lingkungan. Membentuk akan setiap pola dalam pembentukan akal yang substansial yang akan menjadi dasar pemikirannya. Dari waktu ke waktu, mengintegrasikan kondisi untuk setiap konsep yang berlaku pada zamannya. Yang pada akhirnya kembali ke kesadaran ketika dibutuhkan pemikiran yang salah untuk diambil.
-==-
Publised dalam Bahasa Inggris: https://read.cash/@Alther/substantial-reason-f7e80ada