Waktu sebagai penanda yang dibuat untuk mengobati kelupaan manusia. Dan itu adalah bukti bahwa manusia selalu ingin mengendalikan diri. Tidak ingin terkikis oleh ritme waktu yang seharusnya dikhawatirkannya.
Kami dan telur ayam,sebuah hal biasa yang akan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari kami. Telur ayam adalah salah pilihan dan harus ada dalam daftar belanja kami setiap hari. Walaupun hanya sebatas telur, namun banyak macam bentuk ragam yang bisa hasilkan dari sebutir telur ayam.
Telur ayam adalah menu makanan yang biasa akan ditemukan dan mudah diolah sehari-hari buat kami. Dari segi harga dan bahasa kelangkaan mungkin telur ayam menjadi salah satu jenis pilihan yang belum terdengar sampai sulit untuk mendapatkannya disaat ini buat kami. Sehingga telur ayamselalu menjadi pilihan akhir ditengah kondisi binggung menyajikan atau hendak mengolah masakan melanda.
Telur ceplok, telur dadar, omlete, telur rebus, atau telur kecap sudah biasa dan menjadi hal umum yang biasa mudah ditemukan disetiap warung makan di Indonesia. Dan itu juga menandakan telur ayam mungkin juga menjadi pilihan banyak orang dikala kondisi keuangan melanda atau diluar itu bosan dengan makanan yang biasa dimakan sehari-hari. Namun entah mengapa telur ayam menempatkan posisi pada posisi jarang dikatakan sebagai makanan yang membosankan.
Lalu mengapa pada awal menyinggung masalah waktu dan lupa lalu berpindah pada telur ayam?
Mungkin untuk mengingatkan kepada saya dalam setiap kondisi yang buruk maupun tidak,telur ayam menempatkan posisinya sebagai pengingat akan keberadaan yang murah, biasa, dan mudah ditemukan tapi bisa menjadi sesuatu hal yang penting dalam hidup tanpa disadari.
Bentuk makanan apapun sepertinya dapat diolah dan membutuhkan keberadaan telur kebanyakannya. Seakan telur menjadi pedoman sebagai suatu bahan untuk membuat sesuatu. Dari roti, kue, dan bentuk makanan lainnya. Jika dispesfikasikan hanya kepada telur ayamnya saja tetap menjadi sebuah pilihan pelengkap makanan pokok.
Murah, mudah didapat, telur ayam mengambil tempatnya menjadi pilihan setiap orang. Tidak harus bertitelkan sebagai bentuk makanan berlabel mahal. Telur ayam mengingat diri untuk keberadaan bersaja,walu hanya sebatas telur. Dan berkaitan dengan masalah waktu apakah telur ayam dimakan oleh jaman? Tidak pernah ditinggalkan dari masa ke masa. Tanpa kendali atau mengendalikan.
Telur ayam mungkin cangkangnya mudah rapuh, namun melindungi keberadaan isisnya yang sangat berguna.