Alam yang begitu indah menciptakan cerita, dari bentuk dan sifat mewakili akan kehadiran setiap cerita, Kasih dan Sayang. Kasih dan sayang adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan, kasih dan sayang inilah yang dapat membentuk sebuah cerita. Seperti Tuhan menciptakan karya-karya-Nya yang indah diciptakan dengan penuh cerita, agar yang diciptakan itu selalu tunduk dan patuh kepada-Nya. Salah satunya manusia, Tuhan menciptakan manusia dengan penuh cerita, sehingga karya Tuhan selalu menjadi suatu penciptaan terbaik dari yang terbaik. Manusia diciptakan dengan ragam bentuk cerita dan dianugerahi cerita yang suci agar bisa selalu patuh dan tunduk kepada Tuhan. Dengan ketundukan dan kepatuhan itulah manusia berharap akan kebahagiaan, kenyamanan, ketaqwaan, keikhlasan, dan perlindungan.
Namun siapa sangka, dalam adengan suatu cerita manusia bisa menjadi gila. Manusia menggunakan ceritanya tanpa didasarkan kepada cerita-Nya, karena itulah manusia selalu melihat karena tujuannya, karena harapannya, karena keinginannya, bukan karena keikhlasan dan kasih sayang. Jika manusia enggan mendasarkan ceritanya diatas cerita ketulusan dan keindahan, biasa akan terceritakan sebuah cerita yang hanya penuh kesengsaraan dalam cerita. Manusia akan mudah stres, putus asa, putus semangat, menjadi gila... apalagi yang diceritakannya itu hanyalah kebohongan belaka.
Begitu banyak cerita cinta, baik pahit dan manis telah tercipta. Mewakilkan beragam bentuk cinta dari setiap masanya. Begitu banyak juga cerita jenaka mewarnai kehidupan umat manusia. Dan begitu banyak juga cerita tentang keindahan dunia serta isinya yang terangkum dalam ribuan dongeng impian manusia. Mewakilkan dan terwakilkan, terceritakan atau menceritakan. Setiap dasar cerita berbeda akan konotasi ungkapan yang dihadirkan setiappenulis sebuah cerita.
"Cerita ada karena ada penulisnya"
"Cerita itu indah, karena yang menuliskan cerita itu dalam keindahannya"
"Cerita itu muram. karena yang membuat cerita itu dalam kemuramannya"
"Cerita membawa bahagia, jika cerita berjalan dijalur ceritanya"
"Betapa banyak orang terbawa emosi jiwanya hanya karena cerita"
"Cerita bukanlah suka dengan kesengajaan, tetapi cerita yang bisa membuat segalanya menjadi tidak disegaja"
"Cerita bukanlah tertarik dengan kebohongan, tetapi cerita bisa menciptakan kerekayasaan"
"Cerita bukan hadir ketika melihat kondisi dan situasi, tetapi cerita hadir karena ketulusan"
"Cerita yang indah adalah cerita yang beralunan nada-nada asmara didalamnya"
"Cerita yang kuat adalah cerita yang dikarenakan ceritanya membawa para pembacanya"
Aku ingin bercerita, berarti aku ingin berkata akan setiap penggalan yang tertulis dalam hati ketika bercerita. Aku ingin bersandiwara, berarti aku ingin melakoni sebuah peran yang telah tertulis dalam skenario sebuah cerita. Hukum aku dengan penilaian bukan dengan makian. Hukum aku dengan ketulusan karena emosi yang terbawa dalam cerita. Lembaran kisah tercipta karena ingin menceritakan, meramaikan, memberikan, menuangkan, mewarnakan, menyampaikan, membahagiakan. Fiksi bukan kebohongan karena itu cerita dalam bayngan, non fiksi suatu kenyataan tanpa bumbu harapan suatu kenyataan. Tak ada kebohongan jika lahir dalam cerita,yang berceritalah yang berbohong akan bentuk asli cerita sebenarnya.
Sungguh esentrik dan indah bukan? Padahal hanya bentuk sebuah cerita namun dapat memberikan beragam macam makna, cerita yang didasarkan sebuah cerita kasih sayang, seperti sebuah cerita yang sempurna, maka ceritakanlah Dia dengan sepenuhnya, kuatkan ceritamu kepada-Nya ... sebelum engkau menceritai sesuatu karena-Nya. Semoga kita selalu diberikan kebahagiaan jika cerita kita dikarenakan karena Tuhan.
-===-
- Another publish on english : https://read.cash/@Alther/even-if-its-just-a-story-555058c2