Dini hari tadi, tim sepak bola Indonesia menorehkan prestasi gemilang di Kualifikasi Piala Asia 2023. Pencapaian ini sangat penting dan luar biasa bagi sepak bola Indonesia. Sudah lima belas tahun lamanya Indonesia absen dari perhelatan sepakbola terbesar negara-negara Asia tersebut. Tak heran jika hasil ini disambut dengan gegap gempita oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Setelah gagal di Final Piala AFF, awal tahun ini akibat kalah dari Thailand, inilah pencapaian terbaik timnas di bawah asuhan pelatih Korsel Shin Tae Yong.
In this early morning, the Indonesian football team made a brilliant achievement in the 2023 Asian Cup Qualifiers. This achievement is very important and extraordinary for Indonesian football. It has been fifteen years since Indonesia long time absent from the biggest football event for these Asian countries. It is not surprising that this result was greeted with great fanfare by Indonesian football fans. After failing in the AFF Cup Final, earlier this year due to a defeat to Thailand, this is the national team's best achievement under South Korean coach Shin Tae Yong
Indonesian National Football Team //Source
Dalam kualifikasi piala Asia ini, Indonesia berada di grup yang cukup tangguh. Kuwait, yang menjadi tuan rumah adalah ancaman terbesar. Berikutnya adalah Jordania yang juga memiliki tim yang sangat bagus dan diprediksi akan menyulitkan Indonesia. Nepal adalah satu-satunya tim yang mungkin genap atau sedikit di bawah timnas Indonesia. Meski peringkat kedua negara tidak berbeda jauh, namun perkembangan timnas Indonesia sejak dilatih pelatih Shin Tae Yong terus menunjukkan grafik yang meningkat.
In this Asian cup qualifier, Indonesia is in a pretty tough group. Kuwait,which is the host, is the biggest threat. Next is Jordan, which also has a very good team and is predicted to make it difficult for Indonesia. Nepal is the only team that may be even or slightly below the Indonesian national team. Although the rankings of the two countries are not much different, the development of the Indonesian national team since being trained by coach Shin Tae Yong continues to show an increasing graph
The First Match Againts Kuwait
Marc Klock Scored a goel from Pinalty// Source
Pertandingan timnas Indonesia vs Kuwait telah digelar di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait City, Rabu (8/6/2022) malam WIB. Tampil dengan formasi 5-4-1, Timnas Indonesia sempat tertinggal lebih dulu pada pertandingan ini sebelum membalikkan keadaan dan meraup poin penuh. Gawang skuad Garuda dibobol Yousef Alsulaiman pada menit ke-41. Kick off setelah gol, sebuah umpan panjang diterima Rahmat Irianto yang melakukan overlapping dari sisi wing back. Situasi satu lawan satu membuat kiper lawan panik dan melakukan pelanggaran terhadap Irianto yang berbuah pinalti. Sepakan penalti Marc Klok (44') kemudian mengubah skor menjadi imbang. Timnas Indonesia akhirnya bisa mengunci kemenangan melalui gol Rachmat Irianto pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-46, setelah memanfaatkan bola liar hasil tendangan Witan Sulaiman yang di blok kiper. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Indonesia yang bertahan hingga laga usai.
The Indonesia vs Kuwait national team match was held at the Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait City, Wednesday (8/6/2022) night WIB. Appearing in a 5-4-1 formation, the Indonesian national team fell behind in this match before turning things around and earning full points. Yousef Alsulaiman broke into the Garuda squad's goal in the 41st minute. Kick off after the goal, a long pass received by Rahmat Irianto who overlapped from the right side. The one-on-one situation made the opposing goalkeeper panic and commit a foul on Irianto which resulted in a penalty. Marc Klok's penalty kick (44') then made it a draw. The Indonesian national team was finally able to lock up the victory through Rachmat Irianto's goal at the beginning of the second half, precisely in the 46th minute, after taking advantage of a wild ball from Witan Sulaiman's kick which was blocked by the goalkeeper. The score changed to 2-1 for Indonesia's advantage which lasted until the game was over.
The Second Match Againts Jordania
Saadil Ramdani in White/green// Source
Dalam laga kedua melawan Yordania, Indonesia harus mengakui keunggulan tim lawan dengan skor 0-1. Laga kedua Timnas Indonesia di Grup A kualifikasi Piala Asia 2023 berlangsung di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Mingggu (12/6/2022) dini hari WIB. Menghadapi Yordania, timnas mendapat tekanan pada awal babak pertama. Namun, kecemerlangan Nadeo Argawinata di bawah mistar membuat pemain lain percaya diri. Tim Garuda kebobolan gol cepat selepas jeda. Bermula dari serangan cepat, Yazan Al-Naimat dari sisi kiri tak terkawal untuk mencetak gol satu-satunya dalam pertandingan ini. Tertinggal 0-1, permainan Indonesia justru menurun dan kesulitan menciptakan peluang berarti.
In the second match against Jordan, Indonesia had to admit the advantage of the opposing team with a score of 0-1. The second match of the Indonesian national team in Group A of the 2023 Asian Cup qualification took place at the Jaber Al-Ahmad International Stadium, Sunday (12/6/2022) early morning WIB. Against Jordan, the national team came under pressure at the start of the first half. However, Nadeo Argawinata's brilliance under the bar made other players confident. Team Garuda conceded a quick goal after the break. Starting from a quick attack, Yazan Al-Naimat from the left side was unmarked to score the only goal of this match. Behind 0-1, Indonesia's game actually declined and it was difficult to create goal chances.
Dimas Drajad, Indonesian's striker fight againts Jordan's Defender/ Source
Bahkan Indonesia hampir kembali kebobolan setelah Asnawi Mangkualam melanggar Mousa Suleiman di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih. Beruntung Nadeo Argawinata sukses mementahkan eksekusi Mohammad Faisal Zraiq di menit ke-77. Pada sisa waktu, tidak ada tambahan gol tercipta di laga Indonesia vs Yordania. Hasil ini membuat pasukan Shin Tae-yong wajib menang pada partai penutup kontra Nepal membuka harapan lolos ke turnamen utama. Hasil pertandingan lain Kuwait vs Yordania juga turut menentukan nasib tim Merah Putih.
In fact, Indonesia almost conceded again after Asnawi Mangkualam violated Mousa Suleiman in the restricted area. The referee points to the white dot. Luckily, Nadeo Argawinata successfully countered the execution of Mohammad Faisal Zraiq in the 77th minute. In the remaining time, no additional goals were created in the Indonesia vs Jordan match. This result makes Shin Tae-yong's troops obliged to win in the closing match against Nepal to open hopes of qualifying for the main tournament. The results of another match Kuwait vs Jordan also determine the fate of the Red and White team.
The Third Match Againts Nepal
Dimas Drajad, scored the opening goal againts Nepal/ Source
Pertandingan Indonesia vs Nepal pada matchday ketiga Grup A Kualifikasi Piala Asia dilangsungkan di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Rabu (15/6/2022) dini hari WIB. Indonesia memimpin 2-0 di babak pertama lewat gol Dimas Drajad dan Witan Sulaeman. Nepal harus bermain dengan 10 orang di menit ke-32. Suman Aryal diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar Asnawi.
The Indonesia vs Nepal match on the third matchday of Group A of the Asian Cup Qualification was held at the Jaber Al-Ahmad International Stadium, Wednesday (15/6/2022) early morning WIB. Indonesia led 2-0 in the first half through goals from Dimas Drajad and Witan Sulaeman. Nepal had to play with 10 men in the 32nd minute. Suman Aryal was given a second yellow card after violating Asnawi.
Elkan Baggott's celebration after scored the fifth goals/ Source
Indonesia menambah keunggulan 3-0 di menit ke-53. Fachruddin Aryanto melesakkan gol setelah menyambar bola sepak pojok, yang gagal diblok dengan mulus oleh pemain Nepal. Hanya butuh satu menit Indonesia memperbesar keunggulan menjadi 4-0. Umpan kepala Rafli ke kotak penalti langsung dilambungkan oleh Saddil Ramdani melewati kiper Nepal. Pemain bertahan Elkan Baggott menambah gol untuk membawa Indonesia memimpin 5-0 di menit ke-79. Dia sukses melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Indonesia added a 3-0 advantage in the 53rd minute. Fachruddin Aryanto scored after tucking in a corner, which the Nepalese failed to block. It only took one minute for Indonesia to increase their advantage to 4-0. The bait of Rafli's head into the penalty box was immediately bounced by Saddil Ramdani past the Nepal goalkeeper. Defender Elkan Baggott added another goal to put Indonesia in a 5-0 lead in the 79th minute. He successfully fired a shot from outside the penalty box.
The Young Gun, Witan Sulaiman and Pratama Arhan/ Source
Selang semenit kemudian, Indonesia kembali memperbesar keunggulan menjadi 6-0. Pemain Nepal melakukan kesalahan hingga bola bisa direbut Ricky Kambuaya, yang kemudian mengoper ke Witan untuk menari-nari di kotak penalti sebelum melesakkan gol. Gelandang muda Marselino Ferdinan menutup laga ini untuk membawa Indonesia menang 7-0. Golnya tercipta setelah menyambar umpan tarik dari Rafli di penghujung laga. Tak ada gol tambahan sampai laga tuntas. Indonesia menang dan lolos ke Piala Asia 2023.
A minute later, Indonesia again increased the advantage to 6-0. The Nepalese made a mistake for the ball for Ricky Kambuaya, who then passed to Witan to dance in the box before scoring. Young midfielder Marselino Ferdinand closed this match to bring Indonesia to a 7-0 win. The goal was created after snatching a pull bait from Rafli at the end of the match. There are no additional goals until the game is over. Indonesia won and qualified for the 2023 Asian Cup.