Gambar yan yang saya bagikan melalui postingan ini pastinya tidak asing bagi kita semua. Asbak, sebagaimana fungsinya adalah untuk menempatkan abu dari rokok yang dihisap oleh para perokok. Perokok yang gemar berasap ria dan membuat paru-paru mereka menjerit karena pengap oleh asap yang memenuhinya. Beruntung kita semua tidak mendengarkan ocehan paru-paru karena setiap hari terjejalkan asap demi asap dari berbatang-batang rokok yang kita hisap.
Pun demikian halnya dengan asbak untuk membuang abu dan puntung rokok. Dia malah lebih tragis, karena sebagai benda mati yang tak bernyawa, tentunya tak mungkin sekali dia menolak untuk abu dan puntung rokok dijentikkan kedalamnya. Pasrah menerima kebengisan manusia yang sedemikian teganya menjejalkan abu pembakaran dan sisa hisapan berupa puntung filter maupun kretek yang tidak mungkin terhisap.
Bisa terbayangkan seandainya asbak yang sedang nyaman-nyamannya nyantai diatas meja tiba-tiba berontak. Dia bergerak dengan sendirinya untuk menghindari abu dan puntung rokok atau mungkin sampah lain yang coba kita tempatkan ke dalamnya. Magic atau suasana horor akan seketika menyelimuti kita. Mungkin tanpa ba-bi-bu lagi kita akan kabur beureutoh tapak jika situasi semacam itu terjadi. Reaksi minimalis dari situasi ini misalnya kita akan terbelalak dengan mulut ternganga dan serta merta dalam hati berkata Pue bala ka lom nyoe.
Demikian pula dengan paru-paru yang terefleksikan langsung jejalan asap yang mengepul didalamnya. Beberapa varian penyakit bisa mengakibatkan ketidakstabilan kondisi kesehatan. Efek yang jauh lebih sadis bin bengis adalah kematian. Kematian yang diakibatkan oleh akumulasi penyakit yang terdiamkan setelah sekian lama dan fatal bagi tubuh kita manusia. Jika asbak mungkin tidak berefek apa-apa bagi kita, lain halnya dengan paru-paru. Dia tak terbuat dari aluminium yang anteng dengan asap, abu, dan puntung dari rokok yang kita sedot.
Kita coba berandai-andai konyol kali ini, coba saja, Allah dengan segala KuasaNYA menciptakan paru-paru kita dari aluminium. Waahh.... Sampai disini saja jadi aneh membayangkan bagaimana itu bisa terjadi. Serem rasanya membayangkan lebih lanjut. Masak ada logam didalam organ tubuh kita. Meskipun dalam kondisi tertentu, penempatan logam seperti pen besi pada kaki yang patah dimungkinkan, mengganti paru-paru dengan asbak seperti pada gambar, mungkin masih belum terpikirkan oleh para ahli di belahan dunia manapun.
Jika kegilaan zaman now sudah mencapai tahapan yang tidak terbayangkan dulunya, menggantikan peran paru-paru dengan asbak adalah imajinasi terliar, sejauh ini, dari sang penulis postingan. Mungkin ini terlintas di kepala hamba karena saking kurangnya kinerja otak untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Tapi setidaknya tulisan ini penulis harapkan dapat menjadi momentum yang kesekian kalinya bagi hamba untuk mendapatkan hasil maksimal dari konsistensi untuk terus bergiat di platform yang sejauh ini masih amat sangatlah keren.