Sungai sebagai sumber penghidupan manusia sudah lazimnya terjadi sejak dahulu kala. Dari masa ke masa, keberadaan sungai sangat vital bagi warga yang mendiami wilayah di sekitarnya. Selain bisa menjadi tempat untuk mencari penghasilan dengan menangkap ikan, kerang, kepiting, dan juga udang, pengairan sawah dan kebun warga juga sangat tergantung pada sungai yang ada. Berbagai aktivitas tersebut masih kerap dilakukan oleh warga di tanah kelahiranku, Aceh.
Rivers as a source of human livelihoods have commonly occurred since time immemorial. From time to time, the existence of the river is very vital for the residents who inhabit the area around it. Apart from being a place to earn income by catching fish, shellfish, crabs, and shrimp, irrigation of rice fields and community gardens is also very dependent on the existing rivers. These various activities are still often carried out by residents in my homeland, Aceh.
Di kota Sigli, ada satu ruas sungai kecil yang meliputi wilayah Cot Teungoh, Pidie. Sungai yang mengalir melintasi jalan lingkar Keuniree ini masih terjaga keasriannya dari pembangunan yang terbilang massive di kawasan ini. Sungai ini hanya memiliki lebar kurang lebih sepuluh meter. Aku tidak tahu pasti apakah sungai ini mengalami penyempitan dari sebelumnya. Tapi, apabila melihat dari keberadaan bangunan di wilayah sekitar, kemungkinan adanya perubahan volume lebar bisa terjadi.
In the city district of Sigli, there is a small river section which covers the area of Cot Teungoh, Pidie. The river that flows across the Keuniree ring road is still maintained its beauty from the fairly massive development in this area. This river only has a width of approximately ten meters. I don't know for sure if this river has narrowed from before. However, if you look at the presence of buildings in the surrounding area, it is possible that a change in the width of the volume could occur.
Bagi sebagian warga kawasan Cot Teungoh dan Keuniree, sungai ini sangat penting untuk mereka beraktivitas mencari penghasilan. Warga yang mungkin tidak seberuntung orang kantoran yang punya penghasilan bulanan, mereka memiliki harta Karun dari sungai yang tidak akan ada habisnya. Anugerah Sang Maha Pencipta, hasil alam yang terkandung dalam sungai ini, masih bisa diandalkan untuk survive dari kehidupan yang semakin kejam realitas sosial kekinian yang kita saksikan. Kesahajaan dalam mereka bekerja demi kebutuhan keluarga sungguh-sungguh luar biasa.
For some residents of the Cot Teungoh and Keuniree areas, this river is very important for their activities to earn income. Residents who may not be as lucky as office workers who have a monthly income, they have endless treasures from the river. The grace of the Almighty Creator, the natural product contained in this river, can still be relied upon to survive the increasingly cruel life of the contemporary social reality that we are witnessing. The modesty in them working for the needs of the family is truly extraordinary.
Aku tidak bisa membayangkan apabila sungai kecil di kotaku ini terkontaminasi seperti sungai-sungai di kota lain di Indonesia. Di daerah yang merupakan kawasan industri, sungai yang tercemar lazim kita saksikan di Indonesia. Ulah tangan jahil individu dan kelompok seperti diperparah oleh penyelenggara negara yang tidak memiliki visi besar tentang menjaga masa depan yang cerah bagi generasi yang akan datang. Kita disibukkan dengan urusan sejengkal diatas pusar dan sejengkal dibawahnya.
I can't imagine if this small river in my city is contaminated like the rivers in other cities in Indonesia. In areas which are industrial areas, polluted rivers are common in Indonesia. The actions of ignorant individuals and groups, such as being exacerbated by state officials who do not have a big vision about maintaining a bright future for the next generations. People are busy with matters an inch above the navel and an inch below it.
Harapan yang tersisa mungkin bisa disandarkan pada upaya serius semua orang untuk menjaga kelestarian lingkungan sosialnya. Peran sekecil apapun akan sama pentingnya jika terkait dengan isu menjaga alam agar tetap lestari. Kemajuan zaman hanya fatamorgana usang apabila itu harus membuat kita harus melacurkan jengkal demi jengkal daratan dan lautan kita untuk dieksplorasi secara membabi buta. Semoga kesadaran untuk itu akan tumbuh dan berkembang menjadi aksi nyata kita semua untuk menjaga bumi tempat dimana kita dilahirkan.
The remaining hope may be based on everyone's serious efforts to preserve the social environment. Any small role will be just as important if it is related to the issue of protecting nature so that it remains sustainable. The progress of the times is only an obsolete mirage if it has to make us have to prostitute inch by inch of our land and seas to be explored blindly. Hopefully this awareness will grow and develop into real action for all of us to protect the earth where we were born.
With Love,