Seungkak Malam Seulanyan, demikian nama tersemat pada sebuah lini aksi komunitas Kanot Bu yang mengusung musik sebagai media kritik sosial di Aceh. Bergiat di ibukota provinsi yang pernah ISTIMEWA di Republik ini, Aceh, lini aksi komunitas yang satu ini telah melahirkan banyak lagu (masih semi pro, karena masih belum dikelola dengan apik), yang mengusung beragam tema menyangkut local pride of Aceh. Kreativitas lini aksi musik komunitas Kanot Bu ini cukup mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Kanot Bu, dengan karya-karya seniman punggawanya dari berbagai lini aksi, memberikan amaran untuk kesadaran tentang upaya tercederainya NURANI diri.
(Fuady Keulayu dalam sebuah event berhikayat)
Seungkak Malam Seulanyan, digawangi oleh Seniman muda Aceh, yang juga juru tutur atau Pehikayat dengan biola sebagai instrumen pengiring, Fuady Keulayu. Beliau sempat ditemani oleh salah satu maestro musik indie Aceh Pan Amroe, yang fenomenal dengan lagunya "Eh Malam Gam". Beberapa kolaborasi mereka telah menghasilkan lagu-lagu yang manis di indera dengar, kocak dan vulgar dengan dibarengi muatan bermakna dalam lirik ataupun syair lagunya. Salah satu yang ingin saya bagikan melalui postingan ini adalah lagu yang berjudul PEURANGUI.
Lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Fuady Keulayu ini sarat dengan makna kegelisahan akan lunturnya peradaban manusia di bumoe serambi Mekkah ini. PEURANGUI, dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai PERILAKU. Sebaris kata yang mulai tidak lagi sakral dimaknai oleh kita sebagai manusia yang harusnya terbaharui dari masa ke masa. Perilaku kita sudah terasa kian jauh dari akar budaya yang telah turun temurun diwariskan oleh para pendahulu. Lagu ini, dikemas dengan lirik yang mengandung harapan akan budaya Aceh yang semakin terkikis. Musikalisasi yang sangat tinggi dari sang pencipta, yang dengan manisnya menghasilkan alunan nada syahdu dan sangat "Meureudu" ini.
Berikut lirik lagu dan terjemahannya...
Eee.... Rakan lon, keunoe siat...
Kubah upat bek na dawa...
Hai kawanku, kemarilah sebentar
Simpan sumpah serapahmu, jangan ribut-ribut
Beuna meulaen...
Tanyoe Aceh, neupareksa...
Jadilah berbeda (istimewa)
Kita Aceh, telisiklah
Sifeut PEURANGUI ka kon ata droe...
Han saban le yoh na raja...
Adab berprilaku sudah bukan kita
Sudah tidak lagi seperti jaman adanya Raja
Angen bee bungong han le teucom...
Kuta gampong gadoh bahsa...
Angin beraroma bunga sudah tak lagi tercium
Kota dan desa hilang bahasa
Neucok pulang PEURANGUI droe
Mita Laen yang ata droe...
Rengkuh kembali identitas diri
Temukan yang baru yang sesuai dengan identitas bangsa kita