Hello Teman-teman Hivers!
Hari ini aku akan melanjutkan cerita perjalananku ke Meulaboh bersama
dan abaang kami Marzuki. Momentum kali ini tak ubahnya reuni kecil buat kami. Aku pernah tinggal di rumah mereka pada waktu kuliah kurang lebih dua dasawarsa yang lalu. Ada banyak momen yang membuat kami terikat satu sama lain. Kenangan yang kalau diingat kembali akan selalu mengundang gelak tawa. Aku terlebih dahulu mengenal Dek Ki, demikian sapaan akrab bro Marzuki. Manusia nyentrik yang sangat asik bila sedang dalam keadaan mood yang baik. Kami pernah kuliah di Kampus dan Fakultas yang sama, yaitu Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Beda jurusan dan sama-sama tidak sampai selesai hingga meraih gelar sarjana. Pada saat aku pindah ke lorong makmur Darussalam, disini aku mengenal
, yang saat itu tercatat sebagai mahasiswa Tarbiyah Bahasa Inggris (TEN) di IAIN yang sekarang berganti nama menjadi UIN Ar-Raniry. Bro yang satu ini bisa dibilang panutan bagi kami. Meskipun "nakalnya" tak kalah dengan kami, tapi beliau bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik sampai jenjang Strata-2. Saat ini
tercatat sebagai Dosen di STAI Pante Kulu, Darussalam.
Pemandangan Alam Dari Puncak Gunung Geurutee
Sepanjang perjalanan kami ngobrol tentang banyak hal. Terutama hal terkait kegiatan yang saat ini sedang kami jalani. Dek Ki sibuk dengan empangnya di kawasan Alue Naga. Dek Jal tentunya punya banyak kegiatan sebagai dosen dan Kepala Dusun di kawasan Darussalam. Aku juga bercerita tentang kegiatan yang kujalani sebagai salah satu penggiat di platform Hive ini. Cerita tentang kegiatanku sebagai Hiver ternyata menarik perhatian Dek Jal. Hingga keesokan harinya kami di Nagan Raya, Dek Jal meminta untuk dipandu membuat akun Hive. Akun yang telah membuat postingan perkenalan di platform dan komunitas kita ini. Asik ngobrol ngalor ngidul, tak terasa perjalanan kami sudah mencapai puncak Gunung Geurutee. Disini, Dek Jal berinisiatif untuk kesekian kalinya menghentikan mobil dan mempersilahkan aku untuk mengambil gambar. Seperti yang kalian lihat diatas, kuambil beberapa gambar pemandangan nun jauh di bawah Gunung Geurutee sana.
Pemandangan Sunset Di Laut Kaki Gunung Geurutee
Menuruni puncak gunung Geurutee, tak lama berselang senja pun tiba. Kami pun segera dihadapkan pada pemandangan matahari diatas laut yang akan segera tenggelam. Sunset, demikian istilah bahasa Inggris yang sudah common use oleh orang kita Indonesia. Dari kaca mobil yang kubuka, beberapa gambar sunset pun kuabadikan. Hazal kembali menghentikan laju mobil sejenak. Aku pun turun untuk mengambil gambar. Gambar bagian ini akan menjadi penutup postingan kali ini. Semoga kawan-kawan yang berkenan mampir di postingan ini bisa menikmati apa yang kusajikan kali ini. Sebenarnya aku masih ingin meng-upload beberapa gambar lagi. Namun jaringan provider seluler baik Telkomsel maupun Tri rada kacau balau dalam dua hari ini. Postingan yang kutuliskan sedari jam delapan malam tadi, sudah memakan waktu lebih dari tiga jam lamanya. Jadi ku akhiri saja postingan untuk hari ini. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.