jika saya lihat VIVO hanya berada di area jakarta yang proses distribusinya memakan biaya sedikit dengan jalan yang sudah ok pelabuhan sudah dekat.
Pertamina yang perlu menyalurkan SPBU ke seluruh Indonesia Raya tentu biayanya jauh lebih besar, disana mungkin ada perhitungannya. selain itu juag penyaluran ke kantong-kantong cecurut juga mesti dihitung om, hahaha
Kalau saya sih mending sekalin di cabut saja subsidi sekalian tanpa membedakan harga karena celah penyalahgunaannya tetap besar, sayang sekali memang public transport kita masih sangat kurang, bahkan saya yang tinggl di Bali saja hampir tidak ada transportasi umum. jika BBM tanpa subsidi dan transportasi umum diperbaiki maka sepertinya akan jadi lebih baik.,
tapi tentu saja para cecurut itu tidak mau aliran dananya terpotong kan ya?
RE: Harga BBM Tidak Haram Naik