Semoga pembaca semua tidak bosan dengan ucapan salamku " hallo semua, apa kabarnya? Mungkin kata-kata yang murah dan simpel di dengarnya.
Saat aku menulis ini, waktu menunjukan jam sepuluh malam. Waktunya aku mengukur panjang tubuhku di atas kasur atau tidur. Malam ini badanku terasa pegal dan lemas tanpa tenaga.
Bukan faktor usia atau aku yang terkena penyakit anemia. Tapi karena faktor pemaksaan waktuku di perantauan, menurutku idealnya hidup di perantauan hanya dua bulan dan selebihnya kumpul dengan keluarga dan melepaskan rindu pada anak istriku.
Tapi apa boleh buat, aku tak bisa seperti yang aku katakan. Demi dapur dan anak agar bisa sekolah dan untuk uang jajan anak. Lantas apakah seorang ayah harus berjuang dan berjuang tanpa menghiraukan badannya sendiri?
Aku tak sependapat dengan itu semua, karena di atas pundakku ada beban berat yang harus terus aku panggul.
Aku harus kuat dan nutrisi tubuhku, aku punya solusinya dengan harga murah dan mudah didapatkannya.
Dalam satu minggu satu kali, aku mengkonsumsi madu dua sachet, jamu satu sachet dan telur bebek dua butir.
Dari ketiga itu ada vitamin dan protein yang tinggi tapi protein yang ada di telur, banyak yang tidak tahu dimana letaknya? Biasanya mereka membuang putih telurnya dan menganggap putih telur bisa bikin mata katarak dan tak ada gunanya.
Aku tak punya ilmiahnya tapi di pelajaran di sekolah saya dulu menerangkan, kalau strutur telur itu ada tiga bagian. Yaitu cangkang telur sebagai pelindung, kuning telur atau membran telur dan putih telur sebagai protein atau suplay untuk membrannya telur, itu bahasa simpelnya.
Dan semuanya aman di konsumsi, kecuali cangkang telurnya.
Sekarang anda bisa bayangkan apakah protein tak layak untuk tubuh kita? Atau kita harus mempercayai mitos yang tak jelas asalnya.
Terima kasih untuk waktunya, semoga di hari yang berkah ini kita selalu di berikan kesehatan olehNYA, amin.