Hai, sebelum saya berbicara ingin aku sapa dulu keadaan temanku semua, bagaimana hari anda semoga hari ini berkesan sejuk dan menyenangkan, amin. Tapi awal yang baik dan hari yang baik atau apa pun tujuan baik ini pasti titik akhirnya adalah uang yang banyak dan lancar rejeki. Bohong kalau ada seseorang berkata "uang bukan segalanya" tapi apa yang bisa saya perbuat jika saya tak punya uang sedikit pun.
GRAND RESIDENCE CITY
Ini bukan jaman purba, bukan pula jaman kerajaan yang bangga punya gelar raden atau pangeran. Sekarang yang punya pengaruh, dia yang punya uang banyak. Aku tak seberuntung ucapanku, sampai sekarang aku harus berjuang untuk itu?
Kabupaten Bekasi, adalah ladang penghasilanku, lebih dari delapan tahun aku mengais rejeki di sini.
Komplek Perumahan GRAND RESIDENCE CITY, titik akhir traveling liarku.
Aku berkeliling disana sekitar 4 jam, banyak lika-liku cerita dan keakrabanku di sana tapi semua sebatas hubungan pembeli dan pedagang. Sebagai seorang pendatang aku harus pinggirkan rasa lelahku demi mereka, aku senang melakukannya.
Ini yang di banggakan seorang laki-laki yaitu bekerja. Kita akan meremehkan jika seorang laki-laki tanpa pekerjaan dan penghasilan.
TEMPAT FAVORITKU MEMBUANG LELAH DAN CARI INSPIRASI
Aku menulis di sela waktuku menjelang pulang ke rumah kost saya. Di depan pintu gerbang GRAND RESIDENCE aku duduk sendirian, aku teringat kemana temanku yang pernah saya ceritakan dulu? Aku doakan semoga dia dalam baik-baik saja.
Hampir satu jam aku di sini, aku menulis dan sekarang waktunya pulang ke rumah kost saya.
Perjalanan ke rumah kost saya, kira-kira 90 menit.
MELUNCUR PULANG
Setiap hari kemacetan di perempat CIMUNING pasti terjadi. Aku tak bisa menyaingi laju kencang mereka, jadi aku hanya bisa menyelusup diantara pengendara.
Dengan terburu-buru aku harus segera sampai di rumah, aku tak mau air hujan mendului saya dan sudah pasti ada yang menunggu rumah kost saya, bukan untuk menanyakan kabar saya, apalagi kesehatan saya. Tapi karena tumpukan ini, yang harus aku setorkan di atas meja mandor saya.
Di antara teman dagangku aku peringkat akhir, dari penjualanku. Sering aku di bully dan di remehkan karena minimnya penjualan saya. Aku hanya bisa menjawab dengan pertanyaan saya "siapa sih yang tidak ingin jualan laris, jangan sombong"
Semoga dengan crypto curency, aku bisa bungkam mulut-mulut sombong mereka, tapi lihat pasaran saat ini yang sedang turun dan turun terus, kapan dendamku terbalas. Berikut beberapa gambar moment perjalananku ke rumah kost saya, tadinya ingin aku hapus tapi merasa saya. Jadi saya masukkan saja, siapa tahu pemandangan malam bisa menghibur sobat semua.
Semoga dengan Crypto Currency bisa membawa perubahan khususnya saya dan pembaca semua.
Aku yakin itu!
Tapi aku orang awam bisakah aku seperti anda yang sudah sukses dan mapan?
Aku tak akan mundur walau pun aku pernah gagal dan bingung, aku harus semangat " Jalan mana lagi yang bisa menerimaku, apa lagi aku yang tak punya keahlian"
Terima kasih sudah mau membaca curahan hati saya.