Hallo semua, bagai mana hari anda semoga dalam keadaan selalu sehat dan menyenangkan.
Segala tempat baik di laut atau didarat mengeluarkan potensi pangan bagi warganya. Seperti gambar bunga genjer yang aku unggah kali ini, letaknya ada di selokan rumah kos-kosan saya. Maaf kalau saya membawa anda mengkhayalkan ke tempat yang kotor dan menjijikan.
Ini pertama kali saya memposting di tempat yang tak mungkin orang mau menyentuhnya.
Dari mana datangnya tumbuhan ini saya sendiri tidak tahu, biasanya genjer hidup di rawa dan di persawahan sedangkan selokan ini ada di area perumahan. Mungkin karena biji benihnya yang hanyut dan sampailah ke depan rumah kost saya.
Sejak pertama aku melihatnya, aku sudah merasa senang dan saya biarkan untuk tidak mencabutnya, pikir saya ini lahan sayuran saya selanjutnya.
Selain enak untuk di sayur genjer memiliki kandung gizi yang banyak. Seperti kalsium, fosfor dan protein yang baik untuk pertumbuhan tulang anak-anak kita, keterangan lebih dalam anda bisa membaca di https://health.grid.id/read/352888600/5-manfaat-luar-biasa-daun-genjer-untuk-kesehatan-perbaiki-sel-tubuh-rusak-hingga-tingkatkan-produksi-kolagen.
Bagaimana mantap bukan? Sejauh ini genjer sudah mulai di budi dayakan seperti kangkung oleh petani sayuran. Jadi pembaca sudah tidak repot lagi mencarinya di pematang sawah atau di empang.
Batang genjer berbentuk persegi 3 yang panjang dan berongga. Tanaman ini berakar sendiri tidak seperti rumput weh-wehan di sawah yang selalu menyelinap di gerombolan tanaman padi.
Aku jadi teringat pada ibuku, pada musim tanam padi ibuku sering membawanya sebagai sayuran kami sekeluarga.
Ibuku hanya memotong kecil-kecil lalu meremasnya dan di tambahi sedikit garam agar daunnya jadi lemas sebelum menumisnya beserta irisan tempe mentah di iris kecil-kecil. Tapi kali ini saya hanya berniat mengambil gambarnya saja.
Dan saya harus rela memposisikan badan saya turun langsung ke selokan. Saya merasa sedikit kerepotan saat memposisikan badan dan kamera telefon saya. Saya takut telefon satu-satunya milik saya jatuh ke kubangan air selokan.
Saya juga harus hati-hati menapakkan kaki saya, supaya kaki saya tidak masuk ke lumpur selokan yang hitam berbau ini.
Beruntung tak terjadi apa yang aku bayangkan.
Warna batang, daun dan bunga yang kuncup hanya berwarna hijau dan bunganya akan sedikit berbeda kala bunga itu sudah mekar.
Dengan tampilan satu warna ini semoga pembaca tidak bosan. Terima kasih semoga pembaca merasa terhibur.
Bekasi, Indonesia