Hallo semua, tadinya aku berpikir postinganku akan aku masukan ke Komunitas Foodies bee Hive dengan judul Singkong goreng raksasa, tapi karena bahan dan bumbunya yang terlalu sederhana. Aku kurang percaya diri jika hidangan saya bersaing dengan makanan lezat dan indah yang dari resturant.
Terpaksa judulnya aku belokan ke alur cerita hiburan di Komunitas Hive Indonesia saja, dengan judul Goreng Singkong Raksasa. Maaf karena judulnya yang saya buat terlalu berlebihan karena ukuran singkongnya yang tidak sebesar raksasa dalam film kolosal.
Tapi cukup memukau bagi saya dan para pejalan kaki yang melihat saya saat memotongnya.
Jarang aku dapatkan ukuran singkong sebesar ini yang masih bisa di konsumsi. Biasanya singkong sebesar ini berumur lebih dari 2 tahun dan biasanya singkongnya sudah keras menjadi kayu.
Beruntung singkong yang aku dapatkan masih empuk dan masih bagus untuk di konsumsi. Kenapa singkong yang aku dapati masih bisa empuk begini?
Ini rahasia dari penuturan mulut ke mulut, katanya rahasia singkong bisa tetap empuk dan jadi kerasnya terletak pada daunnya. Memang daun singkong enak untuk di sayur seperti masakan padang dengan khas daun singkongnya. Tapi sebaiknya jangan memetiknya supaya nanti singkong bisa empuk dan sedikit manis saat kita merebusnya.
Usut punya usut singkong yang aku dapat dari si pemberi, dia menanam didaerah kawasan industri M2100.
Sebuah kawasan yang khusus memproduksi barang elektronik, motor dan mobil. Jadi tak mungkin ada orang kesana untuk memetik daunnya, utuh tanpa tersentuh.
Beruntung sekali pagi ini kopiku akan ditemani singkong goreng dari singkong besar dan empuk.
Sebesar dan seempuk ini ternyata pisauku patah juga saat aku membelahnya. Terpaksa aku menggantinya dengan pisau yang lebih tebal, aku bekerja sama dengan temanku.
Lalu aku cuci dan tambah sedikit garam untuk menambah rasa.
Sayangnya teman saya bukan chef, jadi agak gosong saat menggorengnya.
Tapi tak apalah secangkir kopi dan sepotong singkong goreng gosong cukup untuk awali hariku. Tetap semangat dan selalu sukses, terima kasih.
Bekasi, Indonesia