Selamat pagi salam sejahtera salam kebajikan salam budaya, maaf aku hanya meniru cara salam pemimpin negaraku yang tercinta yang tadi aku sekilas lihat ditelivisi, yang isi beritanya PENGESAHAN DIGITALISASI di G20, aku hanya berharap HIVE di negaraku jadi legal dan bebas.
Tapi postingan saya kali ini tidak ada sangkutannya dengan politik negara saya, karena aku takut salah ucap penjara imbalannya.
Dipostingan saya hanya ingin menceritakan proses pencarian foto yang saya cari di depan rumah saya dekat parkiran motor anak-anak sekolah. Sebagai pemilik mata yang trampil untuk momen, 5 hari yang lalu aku melihat kumbang di pohon temu lawak
Gambar yang akan saya posting tadinya mungkin sudah ada 10 gambar tapi hapus cari hapus cari lagi
Dan pernah aku hapus bersih foto yang aku ambil, nyesal campur harap-harap cemas semoga kumbang merah sudi mampir lagi kesini.
Harapanku seperti dikabulkan oleh SANG HYANG MAHA MENDENGAR, dan masih dipohon temu lawak aku bisa foto ketemu foto model saya.
Gambar kumbang merah ini sudah aku lakukan banyak editan, tadinya aku berpikir di platform ini gambar harus original dari jepretan langsung unggah.
Dan aku tidak sengaja menemukan kelebihan ponsel jadulku yang ada kolase pertajam gambar.
Dan tanpa kesengajaan ditengah asyiknya aku mengetik tulisan ini ada lalat tungkai yang hinggap dilutut dengan pelan aku angkat lututku aku jepret perlahan dengan tenang, aku perhatikan dia menjilati lututku. Aku tak tahu apa yang dicari dilututku, tapi bonus buat saya dan pembaca aku bisa hadirkan 2 hewan dalam 1 waktu. Aku jadi bingung mau kasih judul apa pagi ini, tanpa ambil pusing aku posting semuanya dan terserah nanti penilaiannya.
Dan maaf aku tidak mengulas tentang lalat tungkai itu, karena hadirnya lalat tungkai datangnya hanya mampir sebentar atau numbrung ikut selfie pagi.
Pengintaianku ke kumbang merah sudah lama,demi pembaca,demi teman demi hiburan.
Banyak yang kenikmatan tekhnologi yang terasa dekat,dan memanjakan mereka.
Kurang cerdas menurutku bagi penikmat tekhnologi yang hanya merasa puas dengan tontonan segarnya saja. Apa mereka tidak tahu kalau tontonan mereka hanya editan demi follow demi subcriber saja
Aku ingin menarik mereka kesebuah jalan pengetahuan yang tidak mereka dapat dibangku sekolah, aku tidak akan menjanjikan mereka upvote atau komisi dari menulis, tapi akan kuceritakan kemereka dari ketrampilanku menulis dalam waktu 45 menit sudah bisa merangkai kata-kata.
Pola pikir mereka yang primitif harus aku rubah kelak
Mereka mungkin menganggap ini jalan cepat kaya.
Pasti akan aku jawab dengan candaan yang mengena hati mereka
"kalau ingin cepat kaya ya sana cari pesugihan"
Maaf hanya candaan sebagai penutup rangkuman supaya tidak bosan
Sekian hiburan yang dapat saya suguhkan semoga pembaca menikmatinya. Terima kasih
Rabu, 30 maret 2022
Bekasi