Halo sobat semua, semoga sukses selalu menyertai anda semua. Rumahku surgaku mungkin kalau aku punya rumah seperti istana ini.
"Mewah dan anggunnya rumahmu"
Ini bukan rumahku tapi milik pelanggan kecilku.
Bangunan tingkat 3 yang tiap hari aku lewati, yang tak mungkin, aku bisa memilikinya...
Kadang tepuk tangan, kadang panggilan terucap dari dalam rumah ini.
Aku pasti berhenti, aku menunggu kata yang paling indah buat aku pribadi.
Bagi saya tak ada kata-kata seindah,
" Bang, beli bang! "
Apa lagi kalau jeda waktu memanggil dan keluar dari rumah agak lama, aku malah senang supaya aku bisa puas memandang dan mengkhayali bangunan ini.
Kayak anak kecil saja setelah aku baca tulisan sendiri.
Baiknya kembali ke logika saja.
' mengkhayal jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit"
Kayaknya benar buat saya sendiri yang masih punya hobbi mengkhayal.
Dari pada mengkhayal mending kita jalan-jalan menyusuri lekak-lekuk Bekasi, yuk!"
Pagi yang cerah isyarat harapan cuan akan kudapat
Penuh semangat ambisi kuat agar bisa terwujud, aku selusuri jalan demi jalan.
Berat yang kelewat, rasa malu yang harus aku abaikan karena aturan perusahaan yang mengikatku.
Terus aku pacu pedal becak yang sudah 5 tahun bersamaku.
Tetap semangat penuh harap, lemas lapar bukan alasan bermalas-malasan.
Ingat ada yang menantiku di kampung halaman.
Terik matahari teman akrabku disiang hari
Fenomena alam memang tak bisa ditebak dan direkayasa, aku harus ikhlas untuk tamu agung yang mau lewat membawa dingin dan berkah ini, hujan.
Harapanku harus padam oleh dinginnya hujan.
Kesal dan putus asa, saya duduk di depan toko, ada lukisan indah terpampang di atas Bekasi.
Aku menikmatinya, sampai adzan magrib berkumandang.
.
Aku harus pulang ke rumah petak kontrakan,hati belum puas sesekali aku intip dibalik pohon di persimpangan jalan.
" Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat di kejar "
Mungkin pepatah yang pas dengan hariku.
Terima apa adanya nikmati apa yang bisa aku nikmati
Terima kasih sudah berkenan membacanya.
Kamis, 07 april 2022
Bekasi, Indonesia