Saat subuh belum sempurna waktunya dan fajar masih sembunyi dalam kelembutan dinginnya, aku yang sudah menghabiskan beberapa batang rokok terus menghisap kegelisan dengan sesekali melihat sang istri yang berbaring dalam ruang bersalin yang tidak begitu luas.
Aku yang tidak ingin menunjukan kegelisan padanya agar ia menjadi kuat dan sabar, begitulah sebenarnya sifat pria.
Maka, telah lahirlah putra sang fajar yang kuberi ia nama Cakrawala Niscala Kurniawan.
Ibumu akan mengajarkanmu tentang ma'rifat untuk mengenal Allah sebagai Tuhanmu, setelah besar nanti biar kugenapkan ilmu agamamu kepada beberapa guru, setelah itu akan kuajarkan melukis, menulis sajak dan beladiri untuk dapat hidup seimbang dan pemberani.
Jika kau kelak besar nanti, punguti saja yang baik-baik dari bapakmu, karena bapakmu besar dari masa lalu yang rumit.
Kakekmu mewarisi keberaniannya kepada bapakmu, bapakmu akan mewarisi keberanian pada dirimu, kau harus menjadi tangguh.