Hai teman semuanya
Siapa yang pernah berpetualang ke hutan belantara untuk mencari motivasi & inspirasi? Hal yang wajar untuk di lakukan ketika pemikiran mengalami kebuntuan akibat stress pekerjaan atau hal lainnya, pergi ke luar ruangan mencari objek hijau, udara sejuk, kebebasan adalah sesuatu yang indah untuk di lakukan.
Namun tahukah kamu di pegunungan atau hutan belantara lainnya bukan hanya udara sejuk & pemandangan hijau saja, ada beberapa hal menarik lainnya yang bisa di dapatkan, salah satunya adalah buah manis yang tumbuh secara alami di sana, mungkin anda pernah mendengar tentang Rambusa yang merupakan markisa mini yang tumbuh secara liar di hutan belantara, dia memiliki bentuk buah yang kecil, luarnya di lindungi oleh kulit yang berbulu lebat seperti jacket wol sementara biji kecil di dalamnya terasa super manis & lezat.
Tanaman Rambusa tumbuh dengan cara merambat di atas tanaman lainnya, selain buah yang memiliki tingkat kemanisan yang tinggi daun muda Rambusa juga sering di jadikan masakan sayur lezat oleh warga, yeah dapat di katakan Rambusa merupakan salah satu jenis tanaman sejuta manfaat & lezat.
Rambusa,[1] markisa mini atau ermot (Passiflora foetida) adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Buah ini juga dikenal dengan berbagai nama daerah seperti ceplukan blungsun, senthiet (Jw.), permot, rajutan, kaceprek atau ki leuleu’eur (Sd.), dan timun dendang atau timun padang (Mal.) Wikipedia
Terimakasih banyak telah berkunjung ke blog saya itulah beberapa potret Rambusa & sedikit penjelasan tentangnya, sampai jumpa di lain kesempatan dengan potret yang berbeda.