Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Mesjid raya Baiturrahman yang merupakan mesjid kebanggaan masyarakat Aceh khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umummnya.Mesjid Baiturrahman ini salah satu mesjid negara setelah mesjid Istiqlal Jakarta.
Mesjid Raya Baiturrahman merupakan peninggalan kerajaan Aceh di bangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612 yang memerintah pada tahun 1607 hingga 1636. Mesjid Baiturrahman sebagai simbol agama, budaya dan perjuangan masyarakat Aceh. Mesjid ini tak hanya sebagai pusat keagamaan dan saksi kejayaan masyarakat Aceh, namum mesjid ini pernah markas pertahanan terhadap penjajah.
Semasa penjajahan Belanda mesjid raya Baiturrahman dipergunakan selain sebagai tempat ibadah juga digunakan sebagai pusat pertahanan serangan musuh, sehingga mesjid ini pernah dibakar oleh Belanda pada tanggal 10 April 1873, sehingga membuat rakyat Aceh murka pada masa itu. Untuk meluluhkan hati rakyat Aceh, Gubernur Belada Jenderal Van Lanberge membangun kembali mesjid Baiturrahman. Saat selesai dibengun oleh Belanda mesjid ini hanya memiliki satu kubah.
Saat ini mesjid ini memiliki tujuh kubah dan delapan menara yang di tambahkan pada tahun 1935, 1958 dan tahun 1982. Pasca musibah Tsunami 2004 mesjid Baiturrahman kembali direnovasi walaupun kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah pada beberapa bangunan.
Saat ini mesjid Baiturrahman sudah di lengkapai dengan payung raksasa di halaman depan, samping kiri dan samping kanan. Selain itu juga memiliki parkir bawah tanah dan tempat wudhu.
Hanya sekian postingan saya pada kesempatan ini,semoga sahabat menyukainya.
Salam Hive account@yayan.