Hello Hiver Indonesia
Pada postingan ini saya membagikan tentang penglaman saya melakukan pendakian Gunung Seulawah Agam, pendakian ini merupakan pendakian yang kesekian kali bagi saya sejak pendakian pertama pada tahun 2009.Namum pendakian yang saya bagikan ini untuk mendapingi anggota muda Mapala Jabal Everest Universitas Jabal Ghafur - Sigli dalam kegiatan pematapan ilmu gunung dan pematapan ilmu navigasi.
Pendakian kami awali dari Suka Makmur yang merupakan kampung terakhir menujuk Seulawah Agam, setelah mengurus izin pada kepala desa setempat kami berjalan kaki menuju pinto rimba Seulawah Agam, dari kampung terakhir menuju pinto rimba menghabiskan waktu perjalanan lebih kurang 59 menit perjalanan. Berhubung pendakian pada waktu sore, karena sudah sore kami menginap di pinto rimba atau alur beton, dinamakan alur beton karena disini terdapat sebuah sungai yang sudah dibeton. Di alur beton ini para pendaki mengambil air saat menuju puncak Seulawah Agam.
Kerena pendakian kami untuk pemantapan ilmu gunung hutan dan pematapan ilmu navigasi untuk anggota muda Mapal Jabal Everest, setelah makan para peserta memploting jalur pendakian denggan menggunakan peta topographi yang dibimbing langsung oleh kepala divisi gunung hutan mapala jabal everest.
Paginya, setelah sarapan serta membereskan semua perlengkapan dan mengabil beberapan dokumentasi di pinto rimba, pendakian kami lanjutkan dengan melewati jalur perpohonan lurus dan besar. Dijalur ini tanah mulai basah dan berlumut karena sinar matahari ditembus ke tanah sebab tertutup pepohonan besar. Lebih kurang tiga jam pendakian kami mencapai Pintu Angin. Di Pintu Angin kami beristrihat sambil menikmati rimbunnya pepohonan dan peserta pemantapan kembali membuka peta untuk menentukan posisi pendakian di peta.
Setelah cukup beristirahat pendakian kami lanjutkan dan jalur pendakian dengan kemiringan 70 derajat. Kami berjalan pelan namum pasti hingga tim kami mencapai beringin tujuh, Dinamakan beringin tujuh karena dulu dijalur ini terdapat tujuh pohon beringin besar yang berusia lebih ratusan tahun, namum sekarang hanya tersisia dua pohon beringin yang masih berdiri kokoh.Dari Beringin Tujuh perjalanan kami lanjutkan hingga tiba di Batu Gajah, Dinamakan Batu Gajah karena ada pohon yang terbalut lumut yang berbentuk belalai gajah
Pendakian dari Batu Gajah menuju puncak Gunung Seulawah Agam sudah dekat,Disini suhu sudah sangat dingin dan suasana saat itu sudah mulai berkabut. Lebih kurang sembilam jam pendakian akhirnya tim kami tiba di Puncak Gunung Seulawah Agam. Tiba di puncak kami langsung mengeluarkan perlengkapan dan mendirikan tenda sebagai tempat kami beristirahat.Disini terdapat sebuah tugu triangulasi berkode P.137. Dipuncak Seulawah Agam saya merasakan nuansa alam yang jauh dari hiruk pikuk peradaban manusia.
Paginya sebelum beranjak untuk kembali seperti biasa kami mengambil beberapa photo sebagai kenang - kenangan. Sebenarnya saya ingin berlama - lama di puncak Gunung Seulawah Agam, karena saya tidak pernah bosan berada disini.
Itulah pengalaman saya saat mendaki gunung Seulawah Agam bersama anggota muda Mapala Jabal Everest Universitas Jabal Ghafur - Sigli, semoga sahabat menyukainya.
Salam .