
Jemput Andara usai kegiatan ekstra kurikuler Pramuka
SUATU kali saya cerita ke teman dekat saya tentang tugas antar jemput dua anak saya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya katakan kepadanya, saya ambil alih kembali tugas ini setelah sebelumnya saya bayar orang lain.
Saya butuh bantuan tetangga yang memang jual jasa antar jemput anak sekolah. Karena waktu itu kegiatan saya memang sedang sangat padat. Saya hanya bisa mengantar kedua anak saya saar mereka berangkat ke sekolah pada pagi hari.
Meski saya harus menunggu sekitar sejam lebih baru ke kantor. Karena jam 07.15 WIB, mereja sudah harus berada di sekolah, jika tak mau pintu pagar sekolah ditutup dan siswa yang telat dihukum dengan mengutip sampah di pekarangan sekolah.
Sekarang karena sudah tak sibuk lagi, mengantar pagi dan menjemput kembali di siang hari saya lakukan sendiri. Menurut saya, penting untuk berupaya sedapat mungkin agar kita selalu ada bagi mereka.
Alasannya sederhana. Karena waktu itu tidak lama, mereka segera tumbuh dan kemudian malu jika diantar jemput ayahnya. Padahal, kedekatan jiwa dan fisik antara ayah dan anak adalah sebuah keniscayaan.
Jangan sampai mereka merasa tak terperhatikan. Tiba-tiba mereka sudah dewasa dan menjalani kehidupannya sendiri-sendiri.
Karena setelah itu mereka akan sibuk seperti kita juga. Jika tidak sekarang, lantas kapan lagi kita bisa menyemai rasa kebersamaan itu.