[Foto: My own property]
SAYA kaget ketika salah satu orang yang selama ini saya kenal sebagai aparat, berbisik ke telinga saya. Covid sudah selesai. Pengamanan dan operasi prokes sudah tidak ada lagi.
Dalam waktu dekat kami akan kembali ke satuan masing-masing, katanya. Saya pun bertanya lagi, apakah ini benar? Iya, benar katanya.
Sayup-sayup saya mendengar suara orang mengaji dari pengeras suara di musala dekat rumah. Saya terbangun dan menyadari percakapan tadi ternyata hanya sebuah mimpi.
Sebelum beranjak dari tempat tidur, saya berdoa agar mimpi tadi segera menjadi kenyataan. Agara kehidupan yang selama ini terbatasi karena Covid bisa berlangsung normal kembali.
Saya tidak ingat lagi berapa lama anak-anak sempat tidak boleh sekolah. Saya juga lupa sebelumnya berapa kali sudah berbagai kegiatan yang harus dialihkan ke aplikasi zoom untuk menghindari tatap muka dan pengumpulan massa.
Jika semua ini sudah berakhir, maka tidak ada lagi kekhawatiran yang besar terhadap penyebaran virus tersebut.
Lebih lagi dari informasi yang saya dengar dari radio kemarin, target vaksin setiap provinsi sudah tercapai. Sehingga kekebalan komunitas atau kekebalan kelompok atau *herd immunity * sudah terbentuk.
Begitupun jik aini bernar benar terjadi kita tetap kudu waspada, agar kita tidak jatuh dalam lubang yang sama kedua kalinya.
Menjaga kesehatan, melakukan vaksin dan menerapkan cucui tangan serta menggunakan masker ketika ke luar rumah tetap harus kita ikhtiarkan.