AKHIRNYA kita tiba di awal Ramadan 1443 hijriah atau tahun 2022. Ini tentu bukan Ramadan pertama bagi kita. Namun yang pasti, setiap Ramadan tiba, kita senantiasa berharap menjadi Ramadan terbaik bagi kita dalam mengumpulkan amal. Karena Ramadan memang dijanjikan dengan ganjaran yang lebih besar, yang tak sebanding dengan bulan-bulan yang lain.
Hal ini menjadi motivsi bagi setipa muslim untuk berlomba-lomba berbuat amal kebaikan selama sebulan penuh. Bukan saja mendirikan salat malam dan membaca Alquran, banyak juga yang bersedekah lebih besar dan lebih sering dibandingkan pada bulan bulan yang lain.
Banyak yang konsisten dan benar-benar berharap ridha Ilahi. Namun tak sedikit yang sekadar pencitraan dan mencari nama baik di kalangannya sendiri. Hal ini bisa terlihat dari unggahan kegiatan ibadah mereka di banyak akun media sosial yang mereka miliki.
Postingan salat tarawih pertama bermunculan di akun-akun sosmed, diiringi dengan ungkapan bahagia karena bisa salat tarawih berjemaah. Padahal sejatinya ibadah itu ursan kita dengan sang khalik. Jika ria tentu tak lagi bernilai ibadah.
Semoga kita dijauhkan dari sifat ria dan sombong. Semua hal baik yang kita lakukan di bulan suci ini menjadi pemberat amalam kita kelak di yaumil mahsyar.