SUARA takbir terdengar dari menara-menara masjid dan surau sejak selepas Magrib tadi. Gema takbir itu bahkan masih terdengar sapai sekarang. Biasanya bahkan akan terus dilantunkan hingga dini hari nanti.
Kemudian akan dilanjutkan selepas Subuh hingga waktu pelaksanaan salat Ied tiba.
Gema takbir ini menandai jika puasa Ramadhan telah selesai, ummat muslim menyambut hari raya Syawal atau hari raya Idul Fitri.
Karena telah menjalani ujian yang cukup berat selama sebulan penuh, kini saatnya merayakan dengan penuh suka cita. Namun sekarang banyak yang salah kaprah. Yang puasanya santai justru lebarannya paling meriah.
Ada yang mengecat rumah, membeli perabotan baru, bahkan ada yang beli mobil baru. Sementara yang puasanya totalitas dan selalu mengisi dengan menghidupkan malam-malam Ramadhan, justru merayakan dengan sederhana.
Jadi seperti anak-anak. Mereka tak penting puasanya, yang penting lebarannya. Pakaian harus baru, sanal atau sepatu harus baru, mainan harus baru dan uang juga harus uang yang baru.
Untuk orang dewasa sejatinya tidak demikian. Bukan lebaranya yang harus all out, namun kala masih dalam bulan suci Ramadhan yang harus pari purna.
Melaksanakan ibadah salat lima waktu dengan berjemaah, memperbanyak zikir, baca Alquran dan memperbanyak bersedekah.