Tanaman lada telah mulai di budidayakan oleh masyarakat Indonesia terutama masyarakat sejak era perang dunia kedua sebagai bahan konsumsi keluarga, secara umumnya tanaman ini di tanam secara alami tanpa adanya perawatan khusus seperti perawatan yang di lakukan terhadap tanaman padi, namun ada juga yang menanam tanaman lada secara intensif namun hasil yang di dapatkan sama saja tidak ada peningkatan signifikan dan mungkin inilah alasan petani tidak menanam as acara intensif.
Tanaman ini telah pernah mengukir sejarah yang hebat, jika anda pergi ke Aceh maka anda akan menemukan kalimat seperti ini "Lada si cupak", kalimat ini berawal dari kerjasama masyarakat Aceh dengan kerajaan Turki Usmani, masyarakat Aceh melakukan transaksi dengan lada, jadi dapat dikatakan tanaman ini telah menjadi yang terbaik bagi masyarakat Aceh.
Beberapa tahun yang lalu tingkat cuaca panas meningkat di dataran rendah Aceh yang pada akhirnya membuat banyak tanaman lada mati kekeringan, meskipun para petani menyiram dan melakukan pencadangan air namun hal itu tidak membuahkan hasil, yang pada akhirnya tanaman lada yang di budidayakan oleh para petani mati seketika.
Apa itu lada ?
Lada, disebut juga merica atau sahang, yang mempunyai nama Latin Piper nigrum adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada bersifat sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik. Tanaman ini sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu.Wikipedia
Photo lada di atas saya abadikan di salah satu kebun warga yang tersisa dari kepunahan masal beberapa waktu yang lalu, dan petani menuturkan bahwa mereka akan kembali mencari cara alternatif untuk kembali dapat menumbuhkan lada seperti di masa lalu yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Terimakasih banyak telah berkunjung ke blog itulah beberapa potret lada dan sedikit penjelasan tentang perjalan tanaman lada di bumi Nusantara, sampai jumpa di lain kesempatan dengan potret yang berbeda.