The tiny leech was less than a centimeter long and about five centimeters long. It was black with distinctive wrinkles on it. When I realized it, the leech had already begun sucking my blood. Not from my heart, but from my leg. The only pain I felt was in my heart.
I tried to remove the leech from my leg, but its grip was so strong that it had dug into my flesh. When I tried to pull it away, it hurt like hell. I tried with all my might, but the leech wouldn't come loose, and its severed body was gushing blood. My blood!
The next incident is a bit hazy in my memory. The one that sticks in my mind is reporting in my hometown. Well, I was still working as a journalist. I don't know what I was covering, but I felt like I was working as a journalist assigned to my hometown.
That was all.
Perhaps it was part of a series of events during my reporting. I was at a location with a Chinese man named Hans. He's the owner of Atra, a legendary coffee shop that's been famous in Lhokseumawe since 1978. The specialty of the coffee shop is egg bread. I've loved egg bread since I first tasted it around 2001, when I was still a journalist for Serambi Indonesia.
I still remember the first time I went there, ordering egg bread with Mr. Zubir Baziad, whom we knew at the time as a contractor and a frequent source for our news stories. There were other people with us, perhaps Serambi journalists too, but I can't remember.
With Hans, we used to meet often at the Maestro gym. Hans was a regular fitness enthusiast and hired a special instructor. I later learned that Hans is the next generation owner of Atra Coffee Shop.
Perhaps that luxury supercar belonged to him, I'm not sure. What I do remember is me driving it happily, through beautiful scenery. But somewhere, my hometown doesn't have mountains and beautiful lake views.
I was surprised by the last dream about the supercar. The three events above were my first dreams on the first day of Ramadan 1447 H, or February 20, 2026.
The dream about leeches sucking blood may be related to my relationship with someone who is both emotionally and energetically draining and at the same time provides emotional strength and enthusiasm. Positive and negative aspects intertwine in that relationship.
Reporting symbolizes my passion and hard work, which remain consistent to this day despite the occasional ups and downs. Meanwhile, driving a luxury car signifies success, glory, and good fortune.
I hope so. There is great success behind my relationship, which remains shrouded in mystery.[]
Lorong Asa, February 20, 2026.
Ngebut dengan Supercar, Meliput di Kampung Halaman, dan Lintah yang Mengisap Darah di Hati
Lintas kecil itu berukuran kurang dari satu sentimeter dan panjang sekitar lima sentimeter. Dia berwarna hitam dengan kerutan khas di atasnya. Ketika aku menyadarinya, lintah itu sudah mulai mengisap darahku. Bukan di hati, tapi di kaki. Hanya saja sakitnya yang kurasakan di hati.
Aku mencoba melepaskan lintah itu dari kakiku, tetapi cengkeramannya sangat kuas di kuliah hingga masuk ke daging. Ketika aku memaksa menariknya, terasa sakit sekali. Aku paksa sekuat tenaga, lintas itu tetap tidak mau lepas, bahkan tubuhnya yang terputus hingga mengucurkan darah. Darahku!
Kejadian selanjutnya agak kabur dari ingatan. Peristiwa yang membekas di ingatan adalah aku meliput di kampung halamanku. Yah, aku ternyat masih bekerja sebagai wartawan. Entah apa yang kuliput, tetapi aku merasa bekerja sebagai wartawan yang bertugas di kampung halaman.
Hanya itu saja.
Mungkin masih satu rangkaian ketika meliput, aku berada di sebuah lokasi dengan seseorang warga keturunan China bernama Hans. Dia pemilik Atra, sebuah warung kopi legendaris yang sudah terkenal di Lhokseumawe sejak 1978. Makanan khas yang tersedia di warung kopi tersebut adalah roti telur. Aku langsung menyukai roti telur sejak menikmatinya pertama kali sekitar tahun 2001 ketika masih menjadi wartawan Serambi Indonesia.
Aku masih ingat, pertama kali di sana dan ikutan memesan roti telur bersama Bang Zubir Baziad, yang waktu itu kami kenal sebagai kontraktor dan sering menjadi narasumber kami dalam membuat berita. Ada orang lain bersama kami, mungkin wartawan Serambi juga, aku sudah tidak ingat lagi.
Dengan Hans, sebelumnya kami sering bertemu di gym Maestro. Hans rajin fitnes dan membayar secara khusus seorang instruktur. Belakangan aku baru tahu bahwa Hans generasi berikutnya pemilik warung kopi Atra.
Mungkin supercar mewah itu miliknya, aku tak pasti. Yang kuingat, aku mengendarai mobil itu dengan gembira, melintasi daerah dengan pemandangan indah. Tapi entah di mana, kampung halamanku tidak memiliki pegunungan dan pemandangan danau yang indah.
Aku terkejut dengan mimpi terakhir tentang supercar tersebut. Ketiga kejadian di atas adalah mimpi pertamaku pada hari pertaman puasa Ramadan 1447 H atau 20 Feberuari 2026.
Mimpi tentang lintah yang mengisap darah mungkin berkaitan dengan hubunganku dengan seseorang yang sangat menguras emosi dan energi sekaligus memberikan kekuatan emosi dan semangat. Hal-hal positif dan negatif berkelindan dalam hubungan itu.
Meliput melambangkan semangat dan kerja kerasku yang tetap konsisten sampai hari ini meski terkadang naik dan turun. Sedangkan mengendarai mobil mewah memiliki makna tentang keberhasilan, kejayaan, dan keberuntungan.
Aku berharap demikian. Ada kesuksesan besar di balik hubunganku yang masih diliputi misteri.[]
Lorong Asa, 20 Februari 2026.