Visiting Semarang doesn't feel exciting if you don't stop by Lawang Sewu. The building, which was built on February 27, 1904, is known as the second most haunted building in Southeast Asia. When I visited there, it was already before sunset, but that did not stop the group and me from stopping.
Berkunjung ke Semarang rasanya kurang seru kalau enggak mampir ke Lawang Sewu, ya?! Bangunan yang dibangun pada 27 februari 1904 ini terkenal sebagai bangunan paling angker ke-dua se Asia Tenggara. Ketika berkunjung ke sana, hari sudah menjelang maghrib, tetapi itu tidak membuat saya dan rombongan terhenti niat.
Lawang Sewu building from the main road
bangunan Lawang Sewu dari jalan raya
Lawang Sewu means thousand doors. That's because this building has a thousand doors. Even if you count it, the door isn't up to a thousand. The windows in this building have the same size as the doors, so that many visitors think this building only has a large number of doors.
Lawang Sewu berarti pintu seribu. Itu karena bangunan ini memiliki pintu yang berjumlah seribu buah. Padahal jika dihitung, pintunya enggak sampai seribu. Jendela pada bangunan ini memiliki ukuran yang sama dengan pintu, sehingga banyak pengunjung yang mengira bangunan ini hanya memiliki pintu dengan jumlah banyak.
The queue to main building
antrian menuju bangunan utama
Entering the main building, a haunted atmosphere had invaded, but it did not reduce the enthusiasm of the visitors. It is getting darker, but visitors are increasingly excited to show their enthusiasm to take pictures in front of the building which in the Dutch colonial era was used as the office of the railway company, Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).
Memasuki bangunan utama, suasana angker sudah menyerbu, tetapi hal itu tidak mengurangi antusias pengunjung. Hari semakin gelap, tetapi pengunjung semakin bergairah menunjukkan antusiasnya berfoto di depan bangunan yang pada jaman penjajahan Belanda digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api, Djawatan Kereta Api repoeblik Indonesia (DKARI).
Lawang Sewu is located at the Tugu Muda Roundabout which is commonly called Wilhelminaplein. Lawang Sewu has another name Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.
Lawang Sewu terletak di Bundaran Tugu Muda yang biasa disebut Wilhelminaplein. Lawang Sewu memiliki nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij.
Bangunan depan Lawang Sewu
koridor Lawang Sewu
Ada yang bisa liat 'mereka', katanya di setiap bingkai ada yang ngintip.
Entrance tickets to Lawang Sewu are arguably cheap, you know. For adults the price is IDR. 15,000 - 20,000 while for children the price is only IDR 5,000 - 10,000.
Tiket masuk ke Lawang Sewu bisa dibilang murah meriah lho. Untuk dewasa dipatok harga IDR. 15.000 - 20.000 sementara untuk anak-anak hanya dipatok harga sebesar IDR 5.000 - 10.000.
Thank's for reading!