What I'm wearing is a traditional dress in the area of Aceh, Indonesia. These are the clothes worn by Aceh's dignitaries of the former Aceh sultanate, and every Acehnese youth will wear it, at least once in a lifetime at their wedding party with the theme "Becoming King of the Day
Apa yang sedang saya pakai ini adalah baju adat daerah Aceh, Indonesia. Ini adalah baju yang dikenakan pembesar-pembesar Aceh masa kesultanan Aceh dulu, dan setiap pemuda Aceh akan memakainya, minimal sekali seumur hidup saat pesta pernikahan mereka dengan tema "Menjadi Raja Sehari"
Since it was initiated by my friend , Hive Cross Culture has attracted my attention to join and succeed. As you know, there are many cultures in the world, and we don't know about that specifically. Luckily, in the Hive we have friends from all parts of the world, their countries, their regions, even their small towns and villages, of course, have a diverse of culture.
Semenjak diinisiasikan oleh teman saya
, Hive Cross Culture telah menarik perhatian saya untuk bergabung dan menyukseskannya. Seperti anda ketahui, ada banyak kebudayaan di dunia, dan kita tidak tahu tentang itu secara spesifik. Beruntungnya, di hive kita memiliki teman dari belahan dunia manapun, negera mereka, daerah mereka, bahkan kota kecil serta pedesaan mereka tentu memiliki kebudayaan yang beragam.
If asked which culture you like and the reasons, I can't answer for sure. One thing that I still don't understand, about whose culture? friend? or someone else?
Jika ditanya kebudayaan mana yang anda suka dan alasannya apa, Saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Satu hal yang masih saya belum pahami, tentang kebudayaan siapa? teman? orang lain?
Of course I cannot assume without accurate literacy about the culture of others, so this time I answer with my own regional culture, Aceh province, Indonesia.
Tentu saya tidak boleh berasumsi tanpa literasi yang akurat tentang kebudayaan orang lain, maka kali ini saya menjawab dengan kebudayaan daerah saya sendiri, provinsi Aceh, Indonesia.
Aceh is one of Indonesia's regions which is located at the westernmost tip of the archipelago. Aceh is an indigenous tribe that has special historical roots for Indonesia. Aceh is also nicknamed the Serambi of Mecca, this is because Aceh has an inherent ideological value and is so thick in the lives of its people.
Aceh merupakan salah satu wilayah Indonesia yang letaknya berada di bagian paling ujung barat dari rangkaian kepulauan Nusantara. Aceh merupakan suku pribumi yang memiliki akar sejarah istimewa bagi Indonesia. Aceh juga mendapat julukan serambi Mekkah, hal ini dikarenakan Aceh memiliki nilai ideologis islam yang melekat dan begitu kental dalam kehidupan masyarakatnya.
What do you need to know about the province of Aceh?
Aceh has been a part of the Indonesian state since August 17, 1945
The Kingdom of the Netherlands is a country that had suffered huge losses after the Aceh war broke out in 1873-19O4.
Previously, Aceh was a sultanate. It had power since the 18th century in the Malay Archipelago.
Aceh is a region rich in natural products, petroleum, gas, gold, and agriculture.
The only sultanate that gave fierce resistance and did not want to be conquered by the Portuguese, English, Dutch, and Japanese.
The Acehnese are combatants, they like to fight, even their ancestors said "Fighting is like eating 3 times a day, As long as we are alive we will continue to fight", because of that the occupation was unable to conquer Aceh by fighting, except for other politics.
Aceh has rebelled against Indonesia twice, DI / TII [1953-1962], Free Aceh Movement [1976-2OO5]
Aceh was the point of the earthquake and tsunami on 26 December 2OO4 which killed more than 28,000 people [dead and missing].
Aceh has various ethnic groups, Aceh Province consists of 23 Regencies, 13 tribes and has 11 regional languages.
Each tribe has its own culture, language, and mindset.
The commonly used language is Acehnese (76%) besides Indonesian.
Apa yang anda perlu ketahui tentang provinsi Aceh?
- Aceh menjadi bahagian dari negara Indonesia semenjak 17 Agustus 1945
- Kerajaan Belanda adalah negara yang pernah merugi besar setelah perang Aceh pecah pada tahun 1873-19O4.
- Sebelumnya Aceh adalah sebuah kesultanan, Ia telah memiliki daerah kekuasan semenjak abad ke-18 di semenajung malaka.
- Aceh adalah daerah kaya hasil alam, minyak bumi, gas, emas, dan agricultural.
- Satu-satunya kesultanan yang memberi perlawanan sengit dan tidak mau ditakhlukkan oleh Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang.
- Masyarakat Aceh berjiwa petempur, mereka suka berperang, bahkan nenek moyang mereka mengatakan "Berperang itu bagaikan makan nasi 3 x sehari, Selama masih hidup kita akan terus berperang", sebab itu pula penjajahan tidak mampu menakhlukkan Aceh dengan cara berperang, kecuali politik lainnya.
- Aceh pernah berontak kepada Indonesia sebanyak 2 kali, DI/TII [1953-1962], Gerakan Aceh Merdeka [1976-2OO5]
- Aceh merupakan titik gempa dan tsunami pada 26 Desember 2OO4 yang menewaskan lebih dari 28O.OOO [tewas dan hilang].
- Aceh memiliki ragam suku, Provinsi Aceh terdiri dari 23 Kabupaten, 13 suku dan memiliki 11 bahasa daerah.
- Masing-masing suku mempunyai budaya, bahasa dan pola pikir masing-masing.
- Bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh (76%) selain Bahasa Indonesia.
In Aceh, Malay customs live, governing all activities and behavior of the people based on Islamic Sharia law.
Di Aceh hidup adat istiadat Melayu, yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakat bersendikan hukum Syariat Islam.
The application of Islamic law in this province is not new. Long before the Republic of Indonesia was established, precisely since the time of the empire, Islamic law had permeated Aceh's society.
Penerapan syariat Islam di provinsi ini bukanlah hal yang baru. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, tepatnya sejak masa kesultanan, syariat Islam sudah meresap ke dalam diri masyarakat Aceh.
It is a glimpse of the culture of my area, every week I will introduce it to friends Hivers, about culture, traditions, food, and so forth. Hopefully, this post will be the beginning of my introduction to Hive Cross Culture. It was a pleasure to get to know who initiated one of the quite diverse communities on the Hive Blockchain. I look forward to a variety of cultures from any friends to be introduced here.
Itu adalah sekilas tentang kebudayaan daerah saya, setiap minggunya saya akan memperkenalkannya kepada teman hivers, tentang kultur, tradisi, makanan, dan lain sebagainya. Semoga post ini menjadi awal perkenalan saya di Hive Cross Culture. Senang berkesempatan mengenal
yang menginisiasi salah satu komunitas yang cukup beragam di Hive Blockchain. Saya menanti beragam kebudayaan dari teman-teman untuk diperkenalkan disini.