Saat pandemi covid-19 ini di daerah saya para ibu-ibu dan anak gadis sedang menggemari tanam hias. Ini bisa anda lihat saat ada penjual tanaman hias di pinggir jalan pasti akan dikerumuni oleh para kaum hawa. Memang tanaman hias sangat identik dengan kaum perempuan, tetapi menggandrungi tanaman hias juga ada periodenya. Dan saat ini sedang hangat-hangatnya para kaum hawa menggandrungi tanaman hias. Di sosial media cukup banyak para wanita yang memposting tanaman hiasnya. Dan seakan-akan berlomba-lomba untuk mengoleksi tanaman hias yang unik.
Seperti kejadian kemarin siang, ada ibu-ibu yang datang dari daerah lain ke rumah saya hanya untuk mencari tanaman hias jenis mawar batik. Mawar batik ini merupakan varietas unik dan langka sehingga menjadi primadona yang di buru oleh kaum ibu. Mereka menawar dengan harga sangat tinggi untuk mawar batik saya. Tetapi saya masih belum berniat menjual tanaman hias tersebut.
Padahal di pekarangan rumah saya cukup banyak jenis tanaman hias lainnya, tetapi mereka tidak tergoda karena menurut mereka nyaris semua tanaman hias yang ada di pekarangan rumah saya sudah mereka miliki. Padahal tanaman hias di pekarangan rumah saya ini tidak satupun saya beli, saya sudah lama mengoleksi beberapa jenis tanaman hias. Belakangan karena sedang semarak dengan tanaman hias, cukup banyak para kaum hawa yang membeli tanaman hias yang saya koleksi, sebagian memang saya jual. Ini merupakan hobi yang mendatangkan keuntungan.