Bunga sangat identik dengan perempuan dan bunga melambangkan kefemininan. Malah ada pepatah "Dimana ada kembang disitu ada kumbang" yang memiliki multi tafsir yakni dimana terdapat bunga pasti ada kumbang yang akan menghisap sari bunganya. Tafsir lainnya adalah dimana ada wanita, apalagi wanita yang cantik pasti akan menarik minat pria untuk mendekati dan memilikinya.
Karena bunga itu sangat identik dengan wanita, sudah selayaknya saya sebagai seorang kaum ibu sangat tertarik dengan bunga dan tanaman hias. Sehingga pekarangan rumah saya dipenuhi dengan tanaman hias baik jenis tanaman hias yang mengeluarkan kelopak bunga atau tanaman hias yang tidak berbunga tetapi memiliki daun dan bentuknya yang eksotik dan mempesona.
Sudah hampir dua tahun saya menanam tanaman hias di pekarangan rumah saya, aktivitas yang berawal dari hobi ini, kini mendatangkan keuntungan bagi saya pasca merebaknya pandemi virus corona. Hal ini karena di daerah saya saat pandemi ini sangat banyak kaum ibu atau para anak gadis yang rajin menanam bunga atau menghiasi pekarangan rumahnya dengan berbagai jenis tanaman hias. Sehingga bagi kami yang sudah terlebih dahulu memiliki berbagai macam tanaman hias menjadi target bagi mereka yang ingin membeli tanaman hias tersebut untuk dikoleksinya di halaman rumah mereka.