Kenangan yang menguasai ingatan seseorang, meski telah ditutup oleh kenangan berikutnya dan meski ia telah berusaha membebaskan diri darinya.
Kenangan yang berurat dan berakar dalam jiwa, akal serta perasaan ini tidaklah mungkin terjadi, kecuali karena berkaitan dengan peristiwa yang mempengaruhi jiwa, terpendam dalam benak serta berhubungan kuat dengan perasaan manusia.
Meski demikian, kenangan tersebut baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, tetap tertidur dalam benak seseorang, hingga dibangunkan oleh rangsangan yang membuka memorinya.
Kondisi seperti ini, misalnya ketika menyaksikan resepsi perkawinan, atau mendengarkan lagu-lagu yang menghanyutkan, maka pada saat itu, rekaman kenangan terulang kembali, mengingatkan pada orang-orang yang paling mulia dan paling pengaruh dalam perjalanan hidupnya.
Kalau tidak ada hubungan emisional seperti ini, maka lagu-lagu yang dilantunkan itu tidak memiliki kekuatan apapun, hambar tanpa rasa.
Beberapa banyak potongan lagu, puisi, atau apa pun, yang membuatmu menitikan air mata. Potongan-potongan itu pun seolah-olah meniupkan kembali gairah kehidupan ke dalam dirimu.
Ada beberapa kenangan yang berisikan luka sekaligus penawarnya, yang membuatmu hidup dalam perasaan yang bercampur aduk. Engkau pun teringat kembali sebab kesukaanmu terhadap satu lagu tertentu, hanya karena seseorang yang mempengaruhi hidupmu menyukai lagu tersebut.
Kendati terbentang jarak yang memisahkan dirimu dengan seseorang tersebut, dengan lagu ini, engkau merasakan seolah-olah dia berada di sampingmu, di depanmu, menemanimu di setiap gundahmu, dan mungkin membuatmu mengambil keputusan cepat untuk mendatanginya.
Dan hal yang mengherankan yang terjadi dalam diri manusia adalah bahwa dia akan teringat dengan kenangan justru ketika ia berada jauh dari tempat terjadinya kenangan.
Kadang engkau mengalami hidup dalam masa-masa penuh ketenangan. Pancaran kegembiraan terpancar dari lubuk hatimu. Perasaan manusia akan hidup seribu tahun lamanya,jika ia jujur kepadanya. Terimakasih.