Dalam postingan saya kemarin, disana saya tuliskan bahwa tanaman waluh atau labu kuning saya sudah mulai berbuah. Selengkapnya silakan baca disini: Tanaman Waluhku Sudah Mulai Berbuah.
Nah, dalam kesempatan kali ini, saya juga masih akan menulis seputar tanaman waluh juga, yaitu tentang: Cara Mengawinkan Tanaman Waluh/Labu Kuning. Mungkin ada yang bertanya.... Mengapa harus dikawinkan? Apakah proses persilangan atau perkawinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh tumbuhan?
Sebagaimana saya informasikan di tulisan yang lalu, bahwa tanaman waluh itu memiliki 2 jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga betina. Jadi, serbuk sari dan putik itu tidak berada dalam tangkai bunga yang sama.
Untuk itulah, maka diperlukan bantuan manusia untuk bisa terjadi proses perkawinan atau persilangan itu. Walau memang, kadang persilangan juga bisa terjadi dengan bantuan serangga, misalnya tawon atau kupu-kupu. Akan tetapi, hal ini tidak bisa diandalkan. Maka. tetap harus dengan bantuan manusia agar proses persilangan bisa berjalan optimal.
Bagaimana Cara Mengawinkan Tanaman Waluh?
Langkah pertama, cari bunga jantan, lalu petik. Robek-robek mahkota bunganya dan sisakan benang sarinya saja.
Berikutnya, oles-oleskan benang sari di kepala putik bunga betina. Terus oleskan secara merata. Setelah itu, bungkus bunga yang sudah diserbuki tadi menggunakan daun waluh, lalu ikat.
Adapun tujuan membungkus bunga yang sudah diserbuki tersebut adalah untuk menjaga agar pembuahan tidak lagi diganggu oleh serangga, sehingga pembuahan bisa lebih optimal.
Sekitar 2-3 hari kemudian, bunga akan layu dan gugur. Calon buah pun akan tumbuh membesar.
Demikian sedikit info yang bisa saya berikan seputar pertanian, utamanya dalam budidaya tanaman waluh. Semoga bermanfaat.