Sulthan Iskandar Muda bin Sulthan Ri'ayat Syah II bin Sulthan Ri'ayat Syah I (Abd.Qahhar =As-saiyidil Muhammad) Yang memerintah Kerajaan Aceh Darussa'dah tahun 1015 - 1045 H = 1607 - 1637 M, Selama mengadakan persiapan untuk menyerang Negeri Pasang.
Di Negeri Meureudu sempat berusaha :
1. Membangun Mesjid Iskandar Muda Kuta Batee Meureudu (doeloenya bernama Mesjid Raya Kuta Batee), pada tahun 1620 M. Lokasinya adalah dipinggir jalan Kabupaten ke Blang Awe, Kemukiman Manyang Meureudu, di Mesjid ini terdapat :
a. Satu batang purieh (bambu untuk tangga naik ketinggalan atas / loteng).
b. Dua biji batu besar gepeng yang
berukuran dengan tulisan yang tak
terbaca lagi.
Kedua macam benda ini masih utuh hingga sekarang.
2. Membangun KUTA MEULIGOE. Sulthan juga membuat benteng yang dibuat dari batu air dan diikat dengan telur ayam yang diaduk dengan tepung sebagai pengganti semen seperti sekarang ini. KUTA ini terletak disebelah Selatan dari mesjid, dipinggir jalan Kabupaten tersebut, dan dipinggir sungai Meureudu. Didepannya sebelah barat jalan itu terletak Blang Mideun (kalau di Jawa disebut Alun Alun), sekarang telah menjadi sawah umum.
3. Membangun Dayah Pengajian. Disamping Mesjid ini yang dipimpin oleh saudara sepupu dari Sulthan Iskandar Muda, bernama Teuku Meurah Puteh, bin Meurah Abdullah bin Sulthan Ri'ayat Syah I (Abd.Qahhar = As-saiyidil Saiyidil Muhammad ). Ia berusaha/ menetap di dusun Meunasah Lancok, Desa Manyang Lancok, Kemungkiman Manyang sekarang, kemudian meninggal dunia serta di makamkan ditempat itu pada tahun 1642.
Setelah membangun 3 Proyek tersebut dan telah lengkap persiapan dan pembekalan yang di perlukan maka Sulthan Iskandar Muda bersama sama dengan Angkatan Perang Kerajaan Aceh Darussalam yang ikut serta Tgk. Japakeh (Teungku Muhammad Jamaluddin dan Panglima Malem Dagang dari Meureudu, mulai menyerang Negeri Pahang yang akhirnya dapat di taklukkan.). Serta Sulthan memperistrikan Putri Pahang yang bernama Putri Kamaliyah pada tahun 1623
Kemudian ketika kembali pulang dari Pahang Sulthan berminat hendak menetap di Negeri Meureudu untuk menjadi pusat atau Perwakilan Kerajaan Aceh yang mudah mengadakan hubungan ke seluruh daerah daerah lainnya.
Tetapi setelah terdapat kata sepakat dengan para staf demi pertimbangan pertimbangan yang lebih luas maka Sulthan memutuskan / menetapkan muslihat kembali bersemanyam berpusat di Kutaradja (Banda Aceh sekarang),seperti semula, sampai dengan beliau mangkat disana tahun 1637.
Sebagai pengganti minat beliau itu, maka beliau mengirim dari suku keturunannya melalui anak cucu Pangeran Hasyim, menjadi Hulu Balang / Teuku Chik Negeri Meureudu, diantara lain, diharapkan akan mengasuh Mesjid Iskandar Muda yang tercinta itu.
Kemudian Mesjid warisan dari Sulthan Iskandar Muda ini, telah pernah dipugar oleh Nadhirnya Almarhum Tgk. Harun pada tahun 1912 seluas 20x20.
Perbaikannya terus menerus dilaksanakan oleh Panitia Panitia Pembangunan, sehingga terakhir pada tahun 1984. Pemugaran sekaligus pengluasannya dilanjutkan oleh Yayasan Pembangunan Iskandar Muda Kuta Batee diatas tanah seluas yang ditinggalkan semula, berukuran 28x30 m.
Disamping Mesjid ini dari dulu sampai sekarang terdapat Dayah Pengajian Menengah yang para pelajarnya berasal dari putra putri dari Kecamatan Meureudu sendiri.
Dayah ini bernama "Darul Hidayah" dengan pelajarnya 100 Orang.
Jadi nama nama Mesjid di Meureudu :
- Mesjid Iskandar Muda Kuta Batee, tahun
1620 - Mesjid Tgk. Di Pucok Krung Beuracan,
tahun 1620 - Mesjid Madinah (Japakeh) kini wilayah
Meurah Dua, tahun 1623
Kutipan sejarah ini CM kutip dari catatan 1994 Almarhum Ayahanda Drs.T.H.Ya'qub Ali yang juga sebagai Ketua Umum Yayasan Pembangunan Iskandar Muda Kuta Batee Meureudu. Ayahanda selain ulama juga pernah menjadi Kepala Wedana di wilayah Kewenangan Meureudu.
Pembangunan Mesjid ini telah dibongkar beberapa kali saat ini telah berdiri megah setelah di bongkar dan dibuat baru.
Kepanitiaan tersebut mulai terbentuk pada tahun 2003 yang diketuai oleh Drs. H.M. Jalil Basyah, M. Pd. Yang dibangun menara dan tempat Wudhuk selesai tahun 2009.
Tahun 2010 bapak Jalil yang mantan guru SMAN 1 Meureudu. (1982-2000)
Kepala SMPN Pante Raja (2000-2003)
Kepala SMAN Trienggadeng (2003-2007)
Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Pidie Jaya (2007-2009)
Kepala Disperindagkop Kab. Pidie Jaya (2009-2011)
Kepala Disduk Capil Kab. Pidie Jaya (2011-2013)
Staf Ahli (2013-2014) hingga purna bakti.
Hingga kini 2020 belia masih dipercaya sebagai Ketua Panitia Pembangunan. Kepada Penulis yang juga muridnya di SMA N 1 MEUREUDU menyatakan bahwa anggaran yang direncanakan sebanyak 14 Milyar akan siap nantinya dua lantai. Hingga saat ini bangunan sudah sampai 63% dengan menghabiskan biaya sudah 6.8 Milyar. Mudah mudahan dalam waktu dekat akan selesaikan dan jika ada yang peduli terhadap kemajuan pembangunan dan ingin menyumbang dapat mendonorkan / menginfakkan uang dan harta dapat menemui Panitia tambahnya.
Arsitek Mesjid tersebut M.Jafar,ST. Putra Meureudu sendiri. Dengan Khatib Tgk.Amiruddin Yusuf.
Kini Mesjid walau belum 100% selesai nampak indah dan dari perkantoran Bupati Pidie Jaya arah timur jelas terlihat.
#CM
*Mesjid Iskandar Muda Kuta Batee Meureudu tampak depan *
*Mesjid dengan Menaranya akan nampak semakin indah nantinya *
*Penulis (CM)bersama Bapak Jalil saat memaparkan tentang Pembangunan Mesjid Iskandar Muda Kuta Batee Meureudu *
*CM bersama Muhammad Nazar Syakban mengamati dari dekat Purieh (Batang bambu) yang menjadi bukti sejarahnya. *