ADA berbagai macam cara sebuah kelompok masyarakat dalam merayakan sebuah kebahagiaan yang didapatkan oleh kelompoknya.
Hidup dengan kemerdekaan yang utuh, tidak didikte atau dijajah oleh bangsa lain, merupakan sebuah kebahagian yang tiada tara "nikmatnya".
Nah, kemaren (17/8/1018), masyarakat Indonesia baru saja memperingati dan merayakan hari kemerdekaan tanah airnya. Beragam lomba perlombaan diselenggarakan yang sesuai dengan selera masyarakat.
Perlombaan yang paling fenomenalnya ialah panjat pinang. Jika ditelusuri, sejarah panjat pinang ini sudah ada sejak jaman Belanda menjajah Indonesia. Namun saat ini lomba tersebut masih jadi lomba tradisional yang populer.
Tak hanya di hari kemerdekaan, sebenarnya pada acara hajatan atau pesta pernikahan pun panjat pinang kerap ada. Hanya di tempat kita dewasa ini lomba tersebut hanya diadakan saat 17 Agustus.
Nah, perlu kita ketahui bersama, bahwa lomba-lomba tersebut (tidak hanya panjat pinang) sejatinya memiliki makna tersendiri. Panjat pinang, misalnya, itu lomba yang mengingatkan kita pada perihnya penjajahan, terutama saat zaman Belanda. Saat itu, memang diadakan oleh Belanda sebagai hiburan bagi mereka.
Begitu juga dengan lomba-lomba lain, semua punya maknanya tersendiri.
Dan, yang paling penting, setiap peringatan kemerdekaan itu kita mampu memaknainya dan mengambil hikmah. Bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah hadiah dari penjajah Belanda yang sangat lama menguasai bangsa. Disitu ada unsur perjuangan nenek moyang kita untuk meraih kemerdekaan.
Bagi kita generasi muda, peristiwa bersejarah tersebut harus dapat dijadikan pelajaran. Baik tentang semangat juang dan kesungguhannya untuk meraih cita-cita, kecintaan terhadap bangsa negara Indonesia, dan persatuan bagi terjaganya nikmati keutuhan bangsa ini. Agar generasi penerus juga bisa menikmati kemerdekaan, hidup tanpa penjajahan. Nyanban