image:source
Limes wood (Dryobalanops aromatica) is an endemic tree that grows in the dipterocarp forests of Sumatra and Kalimantan. This tree grows at an altitude of 200-300 masl.source
This wood is distinctive and very salable in the market. This wood also has good quality so often used as a pole to build buildings and also walls, floor buildings and ship needs.
Specifically, this plant is famous for two types, namely Borneo lime wood, Camphor Tree, Malay Camphor and Indonesian Kapur. However, specifically in the area of Barus or Singkil, Kapur is known as Camphor Singkil Wood.
Based on the historical literature, since ancient Egyptian civilization, camphor wood was so famous that many merchants from Europe and the Arabs came to buy bare lime, lime crystals made from latex.
Egypt is called a camphor regular customer, because they need a lot of lime sap that is also used as a chemical and preservative mummy.
Description of Lime Wood
Lime wood has a diameter of 150 centimeters with a height of 60 meters. Meanwhile, the bark of the tree is brown and reddish on the stem. When cut off then emits a distinctive aroma.source
image:source
The Lime Wood Rescue Effort Remaining
The presence of limestone is increasingly difficult to find, so the IUCN has incorporated this plant in the endangered criticallu category. This status is the highest level of vulnerability before extinction status.
The scarcity of this plant is caused by illegal logging for construction materials and for obtaining camphor crystal spices, clearing of plantation areas and forest fires.
Then the government of Aceh Singkil District set a forest area terletah in Kedabuhen, Jontor Village, District Penanggalan become conservation area of Kayu Kapur Nature Reserve. And since the blossom from Singkil, Subulussalam City built conservation area of Forest Park of Lime Wood Nutfah, Lae Kombih with total area of 1,486 hectares. Lae Kombih can be called as the remaining limestone habitat of singkil.
Conclusion
Moth tree is a plant that grows at an altitude of 200-300 meters above sea level.
This plant since ancient times has become the target of the craftsmen such as ship technicians, builders and others. What is very interesting is that camphor that grew in Aceh Singkil also became the target of ancient Egyptian kingdom. They use it to make chemicals or to preserve corpses.
It is certainly a happy news for the people of Aceh because it proves that since hundreds of centuries ago Aceh has been explored by explorers from outside.
It also proves that Aceh is a fertile country overgrown with plants that do not grow in other countries.
But now, it is unfortunate that camphor has been designated as a plant that is almost extinct due to illegal logging and excessive use. Therefore, we as the next generation, must keep this rare plant in order to be utilized by the next generation.
Link referrence :
1.https://www.beritalingkungan.com
Bahasa Indonesia
image:source
Kayu Kapur (Dryobalanops aromatica) merupakan sebuah pohon endemik yang tumbuh di hutan dipterocarp Sumatera dan Kalimantan. Pohon ini tumbuh di ketinggian 200-300 mdpl.
Kayu ini beraroma khas dan sangat laku di pasaran. Kayu ini juga memiliki kualitas yang baik sehingga kerap dijadikan dijadikan sebagai tiang untuk membangun bangunan dan juga dinding, lantai bangunan dan kebutuhan kapal.
Secara spesifik, tumbuhan ini terkenal dengan dua jenis, yaitu kayu kapur Borneo, dalam bahasa Inggris disebut Borneo Camphor, Camphor Tree, Malay Camphor dan Indonesian Kapur. Namun, khusus pada wilayah Barus atau Singkil, Kayu Kapur ini dikenal dengan sebutan Kayu Kamper Singkil.
Berdasarkan literatur sejarah, sejak peradaban Mesir kuno, kayu kapur barus begitu terkenal sehingga banyak pedagang dari eropa dan arab yang mendatangi barus untuk membeli batang kayu kapur, kristal kapur yang terbuat dari getah kayu.
Mesir disebut pelanggan tetap kapur barus, karena mereka memerlukan banyak getah kapur yang juga digunakan sebagai bahan kimia dan pengawet mummy.
Deskripsi Kayu Kapur
Poho kapur memiliki diameter 150 centimeter dengan ketinggian mencapai 60 meter. Sementara, kulit pohonnya berwarna coklat dan kemerah-merahan pada batang. Saat dipotong maka mengeluarkan aroma khas.
image:source
Upaya Penyelamatan Kayu Kapur yang Tersisa
Keberadaan kayu kapur semakin sulit ditemukan, sehinggan IUCN telah memasukkan tumbuhan ini dalam kategori criticallu endangered. Status ini merupakan status keterancaman dengan tingkatan paling tinggi sebelum status punah.
Kelangkaan tanaman ini diakibatkan oleh penebangan liar untuk keperluan bahan kontruksi dan untuk mendapatkan rempah kristal kapur barus, pembukaan areal perkebunan dan kebakaran hutan.
Kemudian pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menetapkan sebuah kawasan hutan yang terletah di kawasan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan menjadi kawasan konservasi Cagar Alam Kayu Kapur. Dan sejak mekar dari Singkil, Kota Subulussalam membangun kawasan konservasi Taman Hutan Raya Nutfah Kayu Kapur, Lae Kombih dengan luas areal 1.486 hektar. Lae Kombih bisa disebut sebagai habitat kayu kapur singkil yang masih tersisa.
source
Kesimpulan
Tumbuhan kayu kapur barus merupakan tanaman yang tumbuh subur di ketinggian 200-300 meter dpl.
Tumbuhan ini sejak zaman dahulu telah menjadi incaran para pengrajin seperti teknisi kapal, tukang bangunan dan lain sebagainya. Yang sangat menarik adalah, kapur barus yang tumbuh di Aceh Singkil juga menjadi incaran kerajaan Mesir kuno. Mereka memanfaatkannya untuk membuat bahan kimia atau untuk mengawetkan mayat.
Hal itu tentu menjadi berita bahagia bagi masyarakat Aceh karena membuktikan bahwa sejak ratusan abad yang lalu Aceh sudah dijelajahi oleh para penjelajah dari luar.
Selain itu juga membuktikan bahwa Aceh adalah negeri subur yang ditumbuhi oleh tanaman yang tidak tumbuh di negara lain.
Namun sekarang, sangat disayangkan kapur barus telah ditetapkan sebagai tumbuhan yang hampir punah karena penebangan liar dan pemanfaatan secara berlebihan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus, harus menjaga tumbuhan yang langka ini agar dapat dimanfaatkan oleh generasi selanjutnya.
Link referrence :
1.https://www.beritalingkungan.com