Pada kesempatan ini saya akan coba membahas tentang para pekerja yang muda-muda tentang keberkatan mencari rezki untuk nafkah zahiriah. Cukup atau tidaknya gaji kita bukan pada berapa banyak gaji yang kita terima, akan tetapi "berkah"nya atau keberkatannya gaji tersebut. Ada orang yang gajinya besar, namun sentiasa kekurangan uang. Tetapi ada juga yang bergaji kecil dan sederhana, namun sentiasa cukup dan tidak pernah mengeluh. Orang yang bergaji besar tidak sedikit terpaksa melakukan beberapa pekerjaan tambahan untuk menutupi kekurangan keperluannya. Walaupun memperoleh gaji yang lumayan besar, ditambah lagi pendapatan dari pekerjaan sampingan, tapih masih juga belum mencukupi. Namun kita tidak pernah bermuhasabah diri untuk mencari pangkal penyebab uang dari gaji yang kita terima tidak cukup. Mengapa setiap bulan yang kita keluhkan hanya masalah uang saja.
Disinilah kita sering melupakan suatu perkara berkaitan dengan rezki yang kita cari. Pekara yang kita lupa adalah berkenaan dengan "berkat". Kita lupa bahwa bukan berapa banyak gaji yang kita terima, namun adakah kerkahan dalam rezki yang kita peroleh? Jika sang pemberi rezki, selain memberikan rezki kepada kita juga memberikan kerkatan dalam rezki tersebut, walau sedikit gaji yang kita terima, namun uang tersebut cukup memenuhi semua keperluan kita. Malah bukaan cuman dapat membeli keperluan sehari-hari, tapi bisa di simpan untuk keperluan primer seperti liburan keluar negeri. Sedikit pengalaman pribadi saat awal bekerja pada tahun 2007.
Sebetulan saya bekerja sebagai guru kontrak pada masa itu, saya mengajar disekolah yang sudah lama dan kebanyakan guru-gurunya sudah bergelar ayah dan ibu. Kebanyakan dari mereka bisa di bilang manusia-manusia yang mentaati dan malah guru sebagai imam dikampungnya. Mereka sangat menjaga perintah Allah terutamanya shalat fardhu. Mereka juga sering mengingatkan saya untuk setiap saat mentaati dan menjauhi larangan Allah.
Sebagai guru baru yang baru selesai kuliah, saya banyak mendapatkan ilmu yang tidak pernah di jumpai dalam mata kuliah manapun selama di perguruan tinggi. Saya sangat senang mendengarkan cerita orang-orang yang lebih tua ini di kala kekosongan waktu mengajar. Cerita mereka merupakan pengalaman hidup yang mesti kita ambil sebagai pelajaran. Mereka banyak menasehati saya, jika ingin memperoleh keberkatan dalam urusan gaji, maka coba amalkan beberapa hal berikut ini.
Pertama jangan pernah meninggalkan shalat fardhu walau sesibuk apapun kita. Lebih bagus lagi kita kerjakan shalat lima waktu itu di awal masuk waktu shalat. Perkara yang kedua jangan pernah tinggalkan shalat sunat dhuha walau hanya 2 rakaat saja. Karena shalat dhuha lebih baik dibandingkan isi dunia ini sesuai dengan hadis Nabi. Yang ke tiga jangan lupa membayar zakat, zakat wajib kita keluarkan untuk membersihkan harta kita. Jika kita tidak mengeluarkan zakat, maka Allah akan mengambil harta kita dengan tanpa kita sadari. Boleh jadi Allah ambil dengan kehilangan barang, sakit dan sebagainya. Keempat banyaklah bersedekah, dengan bersedekah kita sudah membuka pintu rezki baru pada diri sendiri.
Oleh karena rasa hormat saya kepada rekan kerja saya dulu yang duluan bergelar ayah dan ibu ini, saya menjalankan nasihat mereka sampai saat ini. Saat saya menulis postingan ini, saya juga sudah bergelar ayah. Tempat tugaspun sudah berpindah dengan rekan dan sahabat yang berbeda pula. Kebanyakan rekan kerja saya masih muda-muda dengan perbedaan umur yang berbeda. Namun anak muda hari ini kebanyakannya tidak terlalu tertarik untuk mendengarkan pengalaman orang tua-tua. Mungkin mereka merasa banyak tau dari membaca buku, sehingga menganggap mereka terlalu hebat. Mereka tidak mau belajar, terlebih lagi bertanya kepada orang tua-tua. Kalaupun ada yang suka menceritakan pengalaman untuk perkongsian, kadang-kadang orang tua malah di cuekin.
Akhirnya, pendapat saya simpel sekali. Jika kita mencari suatu pekerjaan, yang pertama sekali kita lihat jangan berapa besar gaji yang akan diterima, tetapi bagai mana kemudahan untuk melakukan ibadah terutamanya shalat lima waktu. Meskipun gaji yang ditawarkan besar namun kelonggaran untuk shalat tidak ada maka keberkatan dalam gaji besar tidak dapat kita nikmati. Lebih baik gaji kecil namun memperoleh kelonggaran untuk melaksanakan shalat karena disitu terdapat keberkahan dari uang gaji tersebut. Semoga bermanfaat untuk sahabat steemians.