Segala lara telah ku tumpahkan. Kepada laut telah ku beri hujjah. Tentang diri dan dirimu. Tentang janji dan akad kita. Kepada laut telah ku hibahkan kisah ini dan duka suka.
sang laut telah bersabda agar cinta tak menghampa. Agar luka bermuara tawa
Kepada laut segala gundah telah ku alirkan. Engkau tau galauku? Kepada laut pula kusisipi baris bait rindu. Engkau telah merebut sang hati. Cinta telah kau endapkan. Namun kepada laut segala deru atas ruang jiwa telah terhamparkan.
Cinta ini adalah bulir derai sang gelombang. Buih deru pengikut ombak. Cintaku adalah gelombak ombak. Setia menyusur pantai. Tak lelah kejar mengejar. Tak pernah menghindar buliran pasir. Pantai adalah dirimu. Hamparannya tatap dan pelukmu.
Cintaku datang bak ombak mendatangi pantai silih berganti
Ia selalu ada. Tapi bisa terganti buliran airnya. Cinta pasti selalu ada. Bila kau tak sudi maka pantai lain pasti aku singgah.
Kekasih, lihatlah!!!!. Betapa laut dan ombak menghibah diri. Menjadi hujjahku. Menjadi bait romantis ungkapan kita. Bersyukurlah masih ada riak ini. Gelora yang takkan berhenti seperti laut dan ombak. Begitu juga gelora kita. Sampai tuhan menutup ruangnya.