(6)
"Tiang fakultas"
Dari sudut gedung fakultas tidak sengaja melihat, waktu melihat itu aku tidak sedang minum kopi, itu saja, dia berdiri dengan setumpuk kertas putih yang dipeluknya, kemeja putih berpadu rok hitam ala ala mahasiswa yang sedang mengikuti ujian tengah semester, ada sedikit keresahan yang dituangkan dari raut wajahnya, dan dia juga sedang gigit pensil, mungkin bukan menggigit tapi mengasah supaya pensilnya makin tersah ha. coba aku tebak tebak sedang apa dia?, cara berfikir hari itu memang agak keras, teringat beberapa film ftv yang sering di putar tengah malam untuk membangkitkan motivasi para mahasiswa jomblo mendapatkan cinta karena mahasiswa paling sering susah untuk tidur malam, stasiun televisi tau saja jadwal pemutarannya ha ha ha, tapi jangan pernah berharap cinta kita seharapan difilm film ftv. Kenal cewek itu enggak zar?... gak kenak aku.. terlalu malas untuk untuk melanjutkan perbincangan ini, aku coba berbaur kembali dengan topik yang sempat kamu bicarakan lagi, kali ini makin panas masih dengan tema perempuan. Tapi tak segampang itu, ujung mata terus melihat perempuan yang tak bergeser dari tiang gedung fakultas, pikiran ini seakan dirasuki dewanya setan, hampir 75 persen terfokus pada posisi berdirinya, apa dia gak capek berdiri aja. Biar dia dan siapa aja yang ingin tau, tau, kalau aku sedikit iya sih, selebihnya enggak kok.
Sayang....
Telinga ku kadang aneh, harus mendengar kata yang bisa membuat hati yang kosong makin terasa kosong kosong dan kosong. Kata itu keluar dari laki laki didepan dia, lagi lagi perawakan rapi dengan rambut belah sampingnya masih sama dia memegang setumpuk kertas, juga memakai pakaian yang senada warnanya dengan dia, tapi tidak dipeluk, hanya dihimpitkan disela tangan kirinya, tapi dia gak lebih tinggi dari aku dan tak terlalu penting, deg... degan ini sidangnya, tenang sayang,,, gak lama tu sidangnya jawab laki laki yang di depannya. Dari situ setelah menganalisanya lebih dalam bisa dipastikan dia mau mengikuti sidang skripsinya dan laki laki di depannya juga punya misi yang sama, disekelilingnya ku perhatikan teman temannya membawa beberapa bunga, kue, dan beberapa helai kain bertuliskan namanya lengkap dengan gelar sarjana, padahal belum sidang juga, aku lupa nama itu, dua hari yang lalu aku juga ikut sidang skripsi tapi tidak ada teman yang coba menawarkan saja kain yang bertuliskan nama lengkap berikut gelar gelarnya, tapi itu dulu, sebelum desa konoha diserang, ahh tak terlalu penting hahaha,
Namanya dita, Dita putri , tapi itu mungkin bukan nama lengkapnya, setidaknya bayangan namanya sudah tergambar. Keluar dengan wajah yang kali ini ceria dan tanpa gigit pensil, lagi lagi dia bilang ke laki laki yang bilang sayang ke dia tadinya, aku dapat A.., selamat ya sayang, tangan mereka bertemu, aku ke kantin karena udah lapar. Wak... nasi gak pake mahal satu. Banyak nasinya biar tahan sampai besok.
Ini cerita tiga tahun yang lalu,
Aku coba mengingatnya, akhir februari di salah satu rumah toko yang disulap pemiliknya menjadi kedai kopi dengan bangunan berasitektur eropa kuno, duduk di sofa menghadap ke arah televisi dibelakang juga ada televisi tapi stasiun televisi lain. secangkir kopi arbica dengan sedikit campuran susu,, kopi itu namanya kopi "saling pengertian" sanger, dan beberapa temannya kue kue khas daerah membawa kedai kopi di ibukota rasa kopi wak syam di kampung, ngapain jauh jauh minum kopi ke ibuka kota, tapi bukan tentang itu, ini tentang mau kemanapun dan kapanpun kopi tetaplah harus diminum, actioncam dan Camera SLR yang sudah memdokumentasi beberapa sudut ibu kota dan aku, kembali aku coba otak atik untuk melihat hasilnya, coba aku pindahkan ke Iphone untuk diposting di media sosial, tujuannya
Supaya bisa dilihat beberapa pengagumku. Haha.
Kopinya tinggal separuh tapi sudah dua jam lebih disitu pengunjung lain sudah bergantian, dan aku masih mendiam, Hmm meraka tidak tau cara menikmati kopi yang rasanya tidak pernah bertepi dan bisa melahirkan cinta sejati,, suittt ... suittt...
Hasil foto kali ini akan aku posting dari path media sosial yang masih alay alaynya waktu itu, dinotifikasi 3 tiga emoticon love, jangan posting dulu, membukanya mungkin bisa menemukan ahh sudahlah, iya dita memberi 3 emoticon love beruntun padahal postingan itu sudah berjeda beberapa hari yang lalu. Ini tidak mungkin kalau bukan karena sesuatu, hati kecilku berbicara sendiri tanpa malu, coba hilangkan aja perasaan aneh itu, dan memikirkan caption yang tepat buat postingan aku hari ini.
Menggabungkan emoticon dita dengan rasa saling pengertian berikut kue kue berbalutkan daun pisang, mudahan disuka banyak orang.
Padahal waktu itu belum terlalu mengenalnya tapi hari itu membawa kejadian tiga tahun lalu yang entah karena apa bisa muncul tiba tiba aneh tidak telalu nyata, pikiran ini terus memutar mutar dititik yang tiada mendasar. Tuguk lagi kopinya, tapi habis, ini tidak ada alasan lagi untuk tetap duduk di sofa, tidak mungkin aku menikmati cangkir tanpa kopi. tagihannya bang, agak sedikit mahal.
"Alasan politis dalam secangkir kopi"
Akhirnya dengan segala pertimbangan dan penuh tantangan "alasan politis dalam secangkir kopi" menjadi caption yang memberi warna pada postingan dengan perencanaan tenang tadi. Dita jangan lupa emoticon beruntunnya lagi ya..
Tiga ribu saja membayar taksi online, tiba ditujuan aku mau nonton bioskop, film yang hampir kadaluarsa, maklum di kampungku tidak ada bioskop, nonton sampai tengah malam, hanya lima orang yang nonton di ruang bioskop itu, maklum tengah malam bukan hari libur dan filmnya hampir kadaluarsa. Taksi onlinenya dapat potongan dua puluh ribu berkat promosi. Promosi membantu aku minum kopi besok pagi.
Alhamdulillah....
(6)
"the pole faculty"
From the point of the building faculty accidentally view, time seeing that I did not being coffee, that's it, he stood with a stack of White paper that hugged, White shirt chime black skirt style students are exam midterm, there is little unrest poured on the look on his face, and he is also bite the pencil, it may not bite but hone in order pencil more good. Try I guess guess is what he ?, thinking of the day is a bit hard, remember some movies FTV often played midnight to motivational students singles get a love for students most often difficult to night sleep, television station know just schedule screenings ha ha ha, but never expect our love its like in FTV film. Know the girl baseball ZAR? ... not doing I .. too lazy to to continue the talk of this, I try to blend back to topics could you talking about it again, this time getting hot still with the theme of women. But its not easy, the end of the eye continue to see the women who do not shift from pole building faculty, this in mind as if possessed an evil, almost 75 percent focused on the position of the founding of what he's not tired established wrote. Let him and who wrote who want to know, know, if I little Yes heck, the rest baseball. Unfortunately .... ear me some bizarre, must hear the word can make the liver empty more feels empty empty and empty. The word out of the male in front of him, again again stature neat with hair cut side is still the same he holds a stack of paper, also wear clothing line color with him, but not embraced, only interrupted his left hand, but he's not higher than me and not too important, suffer a heart attack with this session, calm Unfortunately ,,, not long that session responsible male who in front of him. From there after analyzing more in certain he wants to follow the trial thesis and male in front of him also had the same mission, around him my note friend his bring some flowers, cakes, and some piece of cloth that read his name complete with a bachelor's degree, though not hearing well, I forgot to that name, two days ago I also participate Council thesis but no friends who try to offer a cloth that read full name below the title title, but it was first, before the village of konoha attacked, Ahh not too important Hahaha, his name Dita, Dita daughter, but it may not be full name, at least the shadow of his name is illustrated. Out with the face this time cheerful and without bite the pencil, again again she said to male say pity to he was, I can be a .., Congratulations Yes Unfortunately, their hands met, I to the cafeteria because already hungry. Wak ... Rice not use expensive one. Many Rice let hold until tomorrow. This story three years ago, I try to remember, the end of February at one of the home store transformed the owner be a coffee shop to the buildings berasitektur Europe ancient, sitting on the couch facing television behind there is also a television but television other. Cup of coffee arbica with little mix milk ,, coffee was the name of coffee "understanding" Sanger, and some of his friend pastries cake typical area bring the coffee shop in the capital sense of coffee Wak syam in the village, why far afield coffee to ibuka city, but not on it, it's about want to wherever and whenever coffee still have to drink, actioncam and camera SLR already take some memories of the corner of the capital and I, I try brain atik to see the results, I try to move to the iPhone for posted in social media, the goal that can be seen some fans. Haha. Coffee stay half but already a two hour there other visitors already alternately, and I still's hash, Hmm they not know how to enjoy the coffee it's never be bordered and can give birth to true love ,, suittt ... suittt ... results Photo this time I will post on the path of social media still childish at that time, notified 3 three emoticons love, do not post first, open it might be able to find Ahh anyway, Yes Dita give 3 emoticons love streak when posting it already take a rest a few days ago. This is not possible if not because something, heart my little talk own shamelessly, try remove wrote the feeling that strange, and to think of the caption right make postings I today. Combine emoticons Dita with mutual understanding the following cake with banana leaves, hopefully preferred a lot of people. When the time it is not too know him but that day bring the incidence of three years ago that either because what can appear suddenly strange not telalu real, this in mind continue to play contorting in that there is no fundamental. Tuguk again coffee, but out, this is no excuse for permanent sitting on the couch, is not possible I enjoyed Cup without coffee. Bills bang, is a bit expensive. "Reason political in a Cup of coffee" end up with all the consideration and challenging "reason political in a Cup of coffee" a caption give color on posts with planning calm before. Dita do not forget her emoticons again Yes .. three thousand only pay taxi online, arrived geared I want to watch movies, movies almost expired, advised in my village no movies, watch until midnight, only five people watch in the room movies, understandably midnight not holidays and film almost expired.
Taxi its online can pieces Twenty thousand thanks promotion. Promotion help I drink coffee morning. Thank God ....