Sang kapten steemian Barsela, mulai mengubarkan bendera putih, itu tandanya menyerah sebelum perang berakhir. Ia, pada awalnya terlihat lihai, semangat dan tidak henti-hentinya mengajak steemians lainnya agar selalu berkomitmen pada suatu hal.
Ia dikenal ramah oleh teman-teman terdekatnya, termasuk kepada orang yang baru dikenal. Begitu pun para kawan (steemian) begitu kagum terhadapnya karena pada masanya dia merupakan sesesok pria yang tangguh atau ia yang tidak kenal akan kata menyerah.
Dia selalu mengingatkan saya, agar menanamkan rasa semangat menulis di #steemit. Kata itu, mungkin tiga bulan lalu saya dengar langsung dari pria berumur 25 itu, yaitu .
Namun, dalam sepekan ini dia seperti "menyerah" atau berpuasa tidak menulis pada platform sebagai penyemangatnya pada masanya itu.
Saya pun dibuat bingung olehnya, entah kenapa "kok tuba-tiba" vakum menulis. Apakah karena Nilai jual sbd/steem yang anjlok atau disebabkan oleh hal lainnya.
Meski demikian, ia tetap aktif memberikan suara (vote) kepada penulis lainnya. Malahan, aktif mengontrol grub Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Barsela. Ia malah sempat sorak, "eh kok sepi kali grup".
Semoga dia kembali beraksi seperti sediakalanya dan sama-sama menghidupkan kembali pencinta steemit di daerah ini. Sekian.