Suara kipas angin terdengar kebat kebit daripada biasanya. Aku merapikan laptop selesai kelas online lalu kembali mencatat materi serta tugas yang harus dikerjakan. Sambil mengintip obrolan diskusi group yang sudah mulai tak terlalu ramai. Satu persatu pun anggotanya pamit untuk istirahat.
Semester ini ada beberapa teman yang memilih cuti melanjutkannya di tanah air karena sudah menemukan pendamping hidup, ada juga yang cuti untuk menenangkan beban pikiran. Kalau aku masih berkutat memilih hanyut dengan buku tebal itu. Ternyata urusan pelajaran hitung-menghitung semakin kesini semakin harus banyak giat belajar karena materinya nggak semudah materi sebelumnya.
Dan malam ini aku dibuat kaget dengan chat teman satu perjuangan yang memilih cuti secara mendadak tiba-tiba. Aku langsung konfirmasi inbok pribadi menanyakan apa dia benar-benar serius dengan keputusannya.
Aku mencoba membujuknya untuk belajar bersama lagi, membujuknya untuk menyukai pelajaran hitung-menghitung.
Tapi begitulah kenyataannya kita tidak mampu memaksa orang itu untuk tetap tinggal dan belajar menyukai apa yang tidak pernah ia sukai, karena percuma ia menginginkan pergi.
Xinyi, 15/09/2018